Features Title Here. Consectetur adipisicing

Features Content Here. Sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan

Metode Pembelajaran Tanya Jawab

Senin, 09 April 2012


Model  Pengajaran
Teaching well means helping students learn well. Demikian dinyatakan oleh Bruce Joyce, Marsha Weil, dan Beverly Showers dalam bukunya bertajuk "Models of Teaching". Proses pengajaran dan pembelajaran yang baik memiliki makna membantu peserta didik untuk dapat belajar dengan baik. Untuk menciptakan proses pengajaran dan pembelajaran yang baik, guru perlu menggunakan metode pembelajaran yang sesuai, baik sesuai dengan karakteristik peserta didik maupun karakteristik mata pelajaran atau pokok bahasannya, serta kemampuan gurunya sendiri. Tidak ada satu metode mengajar yang cocok untuk semua guru, untuk semua siswa, dan untuk semua pokok bahasan yang akan diajarkan. Hal ini selaras dengan kaidah "panasea" yang berarti "tidak ada satu obat yang mujarab untuk semua jenis penyakit".
Demikian juga dengan metode mengajar. Bruce Joyce menjelaskan bahwa sistem pembelajaran selalu memiliki efek instruktional (instructional effects) dan efek pengiring (nurturant effects) yang diharapkan oleh guru. Efek langsung yang diharapkan dikenal dengan efek instruksional, dan efek yang tidak langsung dikenal dengan efek pengiring. Sebagai contoh, metode "role playing" atau bermain peran secara langsung akan diketahui tentang nilai-nilai dan sikap personal peserta didik, rasa empati yang ditunjukkan oleh siswa, dan memahami cara-cara yang ditempuh untuk memecahkan masalah personal siswa. Secara tidak langsung, dengan metode bermain peran, proses pembelajaran dapat memberikan informasi kepada kita tentang data tentang nilai sosial dan permasalahan sosial yang dihadapi oleh siswa. Contoh lain dengan menggunakan strategi CTL (contextual teaching-learning), siswa diharapkan akan mampu menggunakan pengalaman belajar yang diperoleh di dalam maupun di luar kelas sebagai bekal hidup dalam masyarakat. Secara tidak langsung, dengan CTL siswa diharapkan dapat pula menghargai alam dan lingkungannya.
Di samping itu, setiap metode pembelajaran memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Metode ceramah, sebagai misal amat sesuai untuk memberikan informasi baru bagi siswa, namun kurang dapat digunakan untuk meningkatkan aspek keterampilan kepada siswa. Metode tanya jawab digunakan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan luas kepada peserta didik, namun dalam situasi tertentu sulit untuk digunakan dalam kelas yang terlalu besar. Demikian seterusnya dengan metode-metode mengajar lainnya
Metode Tanya Jawab
Metode Tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetpi dapat pula dari siswa kepada guru. Metode tanya jawab adalah yang tertua dan banyak digunakan dalam proses pendidikan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun sekolah.
Metode ini dapat diklasifikasikan sebagai metode tradisional atau konvensional. Dalam metode tanya jawab, guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan siswa menjawabnya, atau sebaliknya siswa bertanya guru menjelaskan. Dalam proses tanya jawab, terjadilah interaksi dua arah. Guru yang demokratis tidak akan menjawabnya sendiri, tetapi akan melemparkan pertanyaan dari siswa kepada siswa atau kelompok lainnya tanpa merasa khawatir dinilai tidak dapat menjawab pertanyaan itu. Dengan  metode tanya jawab tidak hanya terjadi interaksi dua arah tetapi juga banyak arah. Ketika anak menanyakan tentang bilangan prima, sebagai misal, guru yang demokratis tidak akan menjelaskan sampai tuntas tentang apa itu definisi bilangan prima, dan kemudian memberikan contoh bilangan prima. Dari pertanyaan ini akan muncul beberap orang ayang akan berinteraksi di dalam pertanyaan tersebut.  Dalam penggunaan metode mengajar di dalam kelas, tidak hanya Guru saja yang senantiasa berbicara seperti halnya dengan metode ceramah. melainkan mencakup pertanyaan pertanyaan dan penyumbang ide-ide dari pihak siswa.
Penerapan pembelajaran dengan metode Tanya jawab dan diskusi akan sangat menarik untuk dikaji secara detail. Metode Tanya jawab menawarkan keterampilan dalam mengkaji problem pendidikan dengan cara diskusi sebagai solusi menghidupkan proses pembelajaran. Sebagian besar siswa berpikiran bahwa belajar merupakan aktivitas yang menjenuhkan sekali sering banyak siswa beranggapan duduk di ruang kelas ibarat sebuah ruang tahanan. Problem demikian mungkin ada benarnya akibat siswa harus berjam-jam dengan kerja pikiran pada sebuah pembahasan, bahkan beranggapan belajar lebih menjadi beban yang menimbulkan gejolak daripada upaya mendapatkan ilmu pengetahuan. Mungkin diantara siswa yang masih mau mengenyam pendidikan yang tidak lebih dari sekedar menyatakan kehadiran di kelas atau sekedar mendapatkan nilai tanpa kesadaran mengembangkan pengetahuan atau mengasah keterampilan berpikir.
Lenyapnya motivasi belajar siswa mungkin berakar penyebab pada keterbatasan metode yang diterapkan guru yang membatasi kemampuan mengasah keterampilan. Beberapa resep yang bisa dipakai dalam menciptakan hasrat positif yaitu menetapkan siswa secara nyaman, memposisikan siswa yang cocok saat pelajaran berlangsung, meningkatkan partisipasi aktif pribadi siswa dan memakai media yang melahirkan kesan sembari menekankan ilmu pengetahuan serta menyiapkan fasilitator yang telaten dalam menerapkan proses pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan.
Mendesain proses pengajaran yang memuaskan siswa merupakan salah satu aspek lingkungan serta pengawasan turut menekankan rasa aman-nyaman sebuah proses pembelajaran di kelas. Selain itu guru menciptakan motivasi dan menyiapkan siswa untuk meraih sukses melalui tanya jawab dan diskusi serentak mengasah keterampilan berpikir siswa. Hal ini telah dinyatakan Djamarah dan Zain (1996:107) bahwa metode bertanya merupakan teknik penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa dan dapat pula dari siswa kepada guru. Bersamaan pikiran tersebut, Alipandie (1985:97) mengatakan metode tanya jawab adalah penyampaian pelajaran oleh guru dengan jalan mengajukan pertanyaan dan siswa menjawab. Definisi yang sama juga datang dari Djajojodisastro (1984:97) bahwa metode Tanya jawab merupakan suatu cara menyampaikan bahan pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab oleh murid pada saat itu juga. Hakekat metode tanya ini dilakukan secara lisan. Bertolak dari definisi-definisi diatas dapat dinyatakan bahwa metode tanya jawab merupakan metode dimana guru mengajukan pertanyaan secara lisan kepada siswa untuk dijawab. Sebaliknya demikian pertanyaan menciptakan sugesti untuk menggiatkan pola berpkir siswa. Jika ada ketidak-jelasan sesuatu memotivasi seseorang berupaya memaknainya.
Mengikut proses pembelajran dikelas, yang lazim disaksikan adalah aktivitas verbal dalam wujud berbicara. Hal demikian mengindikasikan suatu keterampilan verbal yang dimiliki oleh seorang guru adalah terampil bertanya. Menurut Kamus Bahasa Indonesia (Yandianto, 2000:608), bertanya artinya meminta keterangan, penjelasan, meminta supaya diberitahu. Sementara Hasibuan dan Moedjiono (1986:62) bertanya merupakan ucapan verbal yang meminta respons seseorang yang dikenai. Maksud respon berupa pengetahuan dan hal yang butuh pertimbangan siswa.
Mengajukan pertanyaan kepada siswa saat proses pembelajaran merupakan kegiatan yang tidak dipisahkan dari metode apapun yang dipakai, tujuan yang ingin dicapai, bagaimanapun kondisi siswa yang dihadapi. Pertanyaan yang diajukan mengumpan siswa berpikir kritis pada pokok bahasan yang sedang dipelajari. Guru merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan setiap upaya pendidikan. Karena itu adanya inovasi pendidikan khususnya kurikulum dan peningkatan sumber daya manusia yang diproduk dari upaya pendidikan bermuara pada faktor guru. Eksistensi peran guru dalam upaya membelajarkan siswa sungguh dituntut multi peran sehngga menciptakan kondisi belajar mengajar yang efektif.
Metode yang relatif tua namun masih dapat diandalkan dalam teknik pembelajaran apapun adalah metode tanya jawab. Luar biasa terjadi alur komunikasi yang diduga berpengaruh pada respon siswa dan pada gilirannya akan berpengaruh pada prestasi belajar. Motivasi berprestasi adalah suatu kondisi yang bisa menciptakan daya dorong atau sugesti beraktivitas.
Dengan demikian, guru dan semua siswa bermain tentang bilangan dan angka dengan perasaan senang (joyful learning), bukan dengan perasaan takut ditunjuk oleh gurunya untuk menjawab pertanyaan, atau diminta untuk menjawab pertanyaan dari guru. Oleh karena itu, penggunaan metode   tanya jawab akan lebih efektif jika diikuti dengan metode lain, misalnya penugasan atau latihan, atau demonstrasi.. Bahkan dewasa ini telah muncul beberapa pendekatan baru dalam proses pembelajaran matematika telah mulai popular, misalnya cooperative learning, integrative learning, dan realistic mathematics education atau contextual learning.
Hal-Hal yang perlu Diperhatikan dalam Metode Tanya Jawab
Adapun hal-hal yang perlu di perhatikan dalam menerapkan metode ini adalah :

  1. Guru harus benar-benar menguasai bahan pelajaran, termasuk semua jawaban yang mungkin akan di dengarkannya dari murid atas suatu pertanyaan yang di ajukannya.
  1. Guru harus sudah mempersiapkan semua pertanyaan yang di ajukan olehnya kepada murid dengan cepat.
  1. Pertanyaan-pertanyaan harus jelas dan singkat ini harus di perhatikan, sebab pertanyaan-pertanyaan harus di ajukan secara lisan.
  1. Susublah pertanyaan dalam bahasa yang mudah di pahami murid.
  1. Guru harus mengarahkan pertanyaan pada seluruh kelas.
  1. Berikan waktu yang cukup untuk memikirkan jawaban pertanyaan, sehingga murid dapat merumuskannya dengan sistematis.
  1. Tanya jawab harus di lakukan dengan suasana yang tenang dan bukan dalam suasana yang tegang yang penuh dengan persaingan yang tidak sehat di antara anak didik.
  1. Agar sebanyak-banyaknya murid memperoleh giliran menjawab pertanyaan dan jika seseorang tidak dapat menjawab segera, giliran di berikan kepada murid yang lain.
  1. Usahakan selalu agar setiap pertanyaan hanya berisi satu problem saja.
  1. Pertanyaan harus di bedakan dalam golongan pertanyaan pikiran dan pertanyaan reproduksi atau pertanyaan yang meminta pendapat dan hanya fakta-fakta.
  1. Pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan sudah direncanakan sebelumnya.
  1. Perencanaan pertanyaan dapat berdasarkan pada konsep yang ingin diperoleh atau dipahami siswa. Pertanyaan yang diajukan harus sesuai dengan kemampuan siswa  dan dengan kalimat yang lugas.

 Kelebihan dan Kekurangan Tanya Jawab
                        Metode Tanya memiliki beberapa kelabihan dan kekurangan, sebagai berikut:
a.       Kelebihan Metode Tanya Jawab
a)      Pertanyaan dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa, sekalipun ketika itu siswa sedang ribut, yang mengantuk kembali tegar dan hilang kantuknya.
b)      Merangsang siswa untuk melatih dan mengebangkan daya piker, termasuk daya ingatan.
c)      Mengembangkan keberanian dan keterampilan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pendapat.
b.      Kekurangan Metode Tanya Jawab
1.      Siswa merasa takut, apabila guru kurang dapat mendororng siswa untuk berani, dengan menciptakan suasana yang tidak tegang melainkan akrab.
2.      Tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berpikir dan mudah dipahami siswa.
3.      Waktu sering banyak terbuang, terutama apabila siswa tidak dapat menajawab pertanyaan sampai dua atau tiga orang.
4.      Dalam jumlah siswa yang banyak, tidak mungkin cukup waktu untuk memberikan pertanyaan kepada setiap siswa.
Perbedaan antara metode Tanya Jawab dengan Metode Diskusi
Cara mengajar yang serupa ini dapat dibedakan dalam dua jenis ialah : metode tanya jawab dan metode diskusi Perbedaan pokok antara kedua metode itu terletak dalam :
1)      Corak pertanvaan yang diajukan oleh Guru.
Pada hakikatnya metode tanya-jawab berusaha menanyakan apakah murid telah mengtahui fakta-fakta tertentu yang sudah diajarkan. Dalam hal lain siswa juga bermaksud ingin mengetahui tingkat-tingkat proses pemikiran murid. Melalui metode tanya-jawab Guru ingin mencari jawaban yang tepat dan faktual.
2)      Sifat pengambilan bagian yang diharapkan dari pihak siswa
Sebaliknya dengan metode diskusi, Guru mengemukakan pertanyaan-pertanyaan yang agak berlainan sifatnya. Di sini Guru merangsang siswa menggunakan fakta-fakta yang dipelajari untuk memecahkan suatu persoalan. Pertanyaan seperti ini biasanya tidak mempunyai jawaban yang tepat dan tunggal, melainkan lebih dari sebuah jawaban. Dari penjelasan tersebut kita ketahui bahwa metode, tanya-jawab mempunyai wilayah yang saling mencakup dengan metode diskusi, sehingga kadang-kadang sukar dibedakan, apakah yang sedang dipakai oleh Guru dalam suatu kelas. Tetapi lepas dari kenyataan bahwa kedua metode ini sering sukar dibedakan, akan tetapi tujuan dan teknik masing-masing cukup mempunyai perbedaan yang besar sehingga dalam uraian ini seyogyanya dibedakan.


Daftar Pustaka

Anonim1. 2011. Metode Tanya Jawab dalam Pembelajaran. http://massofa.wordpress.com/2008/07/13/metode-tanya-jawab-dalam-pembelajaran/

Anonim2. 2011.           Metode Tanya jawab dan ceramah masih mendominasi proses pembelajaran. http://www.suparlan.com/pages/posts/metode-tanya-jawab-dan-ceramah-masih-mendominasi-proses-pembelajaran-matematika-di-sltp-apa-arti-dan-implikasinya24.php

Anonim3. 2011. Penggunaan Metode Tanya Jawab Pengajaran. http://www.ilmiah-tesis.com/2009/10/pengaruh-penggunaan-metode-pembelajaran.html

Anonim4. 2011. Metode Tanya Jawab. http://www.syafir.com/2011/01/08/metode-tanya-jawab

Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta

Nuryani, dkk. 2003. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Jakarta: JICA




Gangguan Pada Lambung


Pendahuluan
Sistem pencernaan (bahasa Inggris: digestive system) adalah sistem organ dalam hewan multisel yang menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien, serta mengeluarkan sisa proses tersebut melalui dubur. Sistem pencernaan antara satu hewan dengan yang lainnya bisa sangat jauh berbeda. Pada dasarnya sistem pencernaan makanan dalam tubuh manusia terjadi di sepanjang saluran pencernaan (bahasa Inggris: gastrointestinal tract) dan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu proses penghancuran makanan yang terjadi dalam mulut hingga lambung.Selanjutnya adalah proses penyerapan sari - sari makanan yang terjadi di dalam usus. Kemudian proses pengeluaran sisa - sisa makanan melalui anus.

System pencernaan terdiri dari saluran pencernaan di tambah dengan organ organ pencernaan tambahan (asesori). Organ pencernaan tambahan adalah kelenjar liur, pangkreas, eksokrin, dan system empedu. Saluran pencernaan (tractus digestifus) pada dasarnya adalah suatu saluran (tabung) dengan panjang sekitas 30 kaki (9 m) yang berjalan melalui bagian tengah tubuh dari mulut ke anus. Saluran pencernaan mencakup oragn prgan  berikut : mulut, faring, esophagus, lambung, usus halus, usus besar dan halus.  Organ organ ini saling bersambungan satu sama lain. Karena saluran pencernaan saling bersambungan dari mulut sampai anus, lumen saluran ini berhubungan dengan lingkungan eksternal.
Berdasarkan prosesnya, pencernaaan makanan dapat dibedakan menjadi dua macam seperti berikut:


  • Proses mekanis yaitu pengunyahan oleh gigi dengan dibantu oleh lidah serta peremasan yang terjadi dilambung.
  • Proses kimiawi yaitu pelarutan dan pemecahan makanan oleh enzim enzim pencernaan dengan mengubah makanan yang bermolekul besar menjadi molekul yang berukuran kecil.




Lambung

 Lambung adalah ruang berbentuk kantung mirip huruf J yang terletak di antara esophagus dan usus halus. Lambung dibagi menjadi tiga bagian berdasarkan perbedaan anatomis, histologist dan fungsional. Secara umum lambung di bagi menjadi 3 bagian:
1.      kardia/kelenjar jantung ditemukan di regia mulut jantung. Ini hanya mensekresi mukus
2.      fundus/gastric terletak hampir di seluruh corpus, yang mana kelenjar ini memiliki tiga tipe utama sel, yaitu :
·         Sel zigmogenik/chief cell, mesekresi pepsinogen. Pepsinogen ini diubah menjadi pepsin dalam suasana asam. Kelenjar ini mensekresi lipase dan renin lambung yang kurang penting.
·         Sel parietal, mensekresi asam hidroklorida dan factor intrinsic. Faktor intrinsic diperlukan untuk absorbsi vitamin B12 dalam usus halus.
·         Sel leher mukosa ditemukan pada bagian leher semua kelenjar lambung. Sel ini  mensekresi barier mukus setebal 1 mm dan melindungi lapisan lambung terhadap kerusakan oleh HCL atau autodigesti.
3.   Pilorus terletak pada regia antrum pilorus. Kelenajr ini mensekresi gastrin dan mukus, suatu hormon peptida yang berpengaruh besar dalam proses sekresi lambung.


Lambung terdiri atas empat lapisan :
Lambung terdiri atas empat lapisan :
1.      Lapisan peritoneal luar atau lapisan serosa yang merupakan bagian dari peritoneum viseralis. Dua lapisan peritoneum visceral menyatu pada kurvatura minor lambung dan duodenum, memanjang kearah hati membentuk omentum minus. Lipatan peritoneum yang kelaur dari organ  satu menuju organ lain disebut ligamentum. Pada kurvatura mayor peritoneum terus kebawah membentuk omentum mayus. 
2.      Lapisan berotot yang terdiri atas tiga lapis:
•      serabut longitudinal, yang tidak dalam dan bersambung dengan otot esofagus,
•      serabut sirkuler yang paling tebal dan terletak di pilorus serta membentuk otot sfingter; dan berada di bawah lapisan pertama, dan
•      serabut oblik yang terutama dijumpai pada fundus lambung dan berjalan dari orifisium kardiak, kemudian membelok ke bawah melalui kurvatura minor (lengkung kecil).
3.      Lapisan submukosa yang terdiri atas jaringan areolar berisi pembuluh darah dan saluran limfe. Lapisan mukosa yang terletak di sebelah dalam, tebal, dan terdiri atas banyak kerutan atau rugue, yang hilang bila organ itu mengembang karena berisi makanan.
4.      Membran mukosa dilapisi epitelium silindris dan berisi banyak saluran limfe. Semua sel-sel itu mengeluarkan sekret mukus. Permukaan mukosa ini dilintasi saluran-saluran kecil dari kelenjar-kelenjar lambung. Semua ini berjalan dari kelenjar lambung tubuler yang bercabang-cabang dan lubang-lubang salurannya dilapisi oleh epithelium silinder. Epithelium ini bersambung dengan permukaan mukosa dari lambung. Epithelium dari bagian kelejar yang mengeluarkan sekret berubah-ubah dan berbeda-beda di beberapa daerah lambung.

Lambung melakukan beberapa fungsi. Fungsi terpenting adalah menyimpan makanan yang masuk sampai disalurkan ke usus halus dengan kecepatan yang sesuai dengan untuk pencernaan dan penyerapan yang optimal. Makanan yang dikonsumsi hanya beberapa menit memerlukan waktu beberapa jam untuk dicerna dan diserap. Karena usus halus adalah tempat utama pencernaan dan penyerapan, lambung perlu menyimpan makanan dan menyalurkan sedikit demi sedikit ke duodenum dengan yang tidak melebihi kapasitas usus. Fungsi kedua lambung adalah untuk mensekresikan HCl dan enzim enzim yang memulai pencernaan protein. Akhirnya, melalui gerakan gerakan mencampur lambung, makanan yang masuk dihaluskan dan dicampur dengan sekresi lambung untuk menghasilkan campuran kental yang dikenal dengan kimus.
Terdapat empat aspek motilitas lambung yakni, pengisian lambung, penyimpanan lambung, pencampuran lambung, dan pengosongan lambung. Pada saat pengisian, serat serat otot polos lambung meregang. Serat serat tersebut menyerah (melemas) tanpa menyebabkan peningkatan ketegangan otot. Namun, peregangan yang melebihi batas tertentu akan memicu kontraksi yang dapat menutupi prilaku  plastifitas yang pasif tersebut. Kontraksi peristaltic lambung yang kuat merupakan penyebab makanan bercampur dengan sekresi lambung yang menghasilkan kimus. Setiap gelombang peristaltic antrum mendorong kimus ke depan kea rah sfingter pylorus. Kontaksi tonik sfingter pylorus dalam keadaan normal menjaga sfingter hamper tetapi tidak seluruhnya tertutup rapat. Kontraksi peristaltic antrum selain menyebabkan pencampuran lambung juga menghasilkan gaya pendorong untuk mengosongkan lambung. Tredpat banyak factor yang mengatur motilitas dan pengosongan lambung. Di dalam lambung terdapat volume kimus dan derajat keasaman. Di dalam duodenum, adanya lemak, asam, hipertonisitas, atau pereganga. Dan masih banyak lagi factor yang mempengaruhinya.
Setiap hari lambung mengeluarkan sekitar 2 liter getah lambung. Sel sel yang bertanggung jaawab untuk sekresi lambung terletak di lapisan lambung mukosa lambung yang dibagi menjadi dua bagian terpisah. (1) mukosa oskintik yang melapisi korpus dan fundus dan (2) daerah kelenjar pilorik yng melapisi antrum. Sel sel kelenjar mukosa terdapat di kantung lambung yaitu invaginasi atau kantung dalam di permukaan luminal lambung. Di dinding kantung kantung luminal mukosa oksintik terdapat tiga jenis sel sekretorik. Pintu masuk atau leher kantung lambung dilapisi oleh sel leher mukosa yang mensekresikan mucus yang encer. Bagian kantung yang lebih dalam dilpisi oleh sel sel utama (chief cell) yang mengeluarkan precursor enzim pepsinogen dan sel parietal yang mengeluarkan HCl dan factor intrinsic.


Gangguan lambung
Radang lambung, atau gastritis, atau lebih dikenal juga dengan penyakit maag merupakan suatu gangguan pencernaan yang umum terjadi. Pada penyakit ini terjadi suatu iritasi atau peradangan pada dinding mukosa lambung sehingga menjadi merah, bengkak, berdarah dan luka. Radang lambung dapat berupa serangan akut atau gangguan kronis. Serangan akut terjadi mendadak misalnya setelah minum alkohol, kopi, makanan berbumbu banyak atau yang susah dicerna. Gastritis akut merupakan penyakit yang sering ditemukan, biasanya jinak dan dapat sembuh terhadap berbagai iritan lokal.
Tukak eptik merupakan keadaan di mana kontinuitas mukosa lambung terpitus dan meluas sampai di bawah epitel. Kerusakan mukosa yang tidak meluas sampai ke bawah epitel disebut erosi, walaupun seringkali dianggap juga sebagai tukak (misalnya tukak karena stress). Tukak berbeda dengan tukak akut karena memiliki jaringan paut pada dasar tukak. Dan penyakit gangguan lambung yang paling parah adalah kangker lambung atau karsinoma lambung merupakan bentuk neoplasma lambung yang paling sering terjadi dan menyebabkan sekitar 2,6% dari semua kematian akibat kanker.  
1.      Gastritis
Gastritis merupakan proses inflamasi pada lapisan mukosa dan sub mukosa lambung. Secara histopatologi dapat dibuktikan dengan adanya infiltrasi sel sel radang pada daerah tertentu. Didasarkan pada manisfestasi klinis, gastritis dapat dibagi menjadi akut dan kronik. Gastritis kronik nukan merupakan lanjutan gastritis akut.
Gastritis akut merupakan penyakit yang sering ditemukan, iasanya jinak dan dapat sembuh sendiri; merupakan respon mukosa terhadap berbagai iritan local. Endotoksin bakteri masuk setelah menelan makanan yang terkontaminasi merupakan agen gen penyebab yang sering. Salah satu bentuk gastritis akut yang manifestasi klinisnya dapat berbentuk penyakit yang berat adalah gastrisis erosif atau hemoragik. Karena penyakit ini dijumpai pendarahan mukosa lambung dalam berbagai derajat dan terjadi erosi yang berarti hilangnya kontinuitas mukos lambung pada beberapa tempat, menyertai inflamasi pada mukosa lambung tersebut. Pada sebagian besar kasus, gejalanya amat ringan bahkan asimtomatis. Keluhan keluhan itumisalnya nyeri timbul pada ulu hti, kadang kadang disertai dengan mual mual dan muntah.
Gastritis kronik terjadi apabila infiltrasi sel sel radang yang terjadi pada lamina propria dan daerah radang intraa epithelial terutama terdiri atas sel sel radang kronik, yaitu limfosit dan sel plasma. Kehadiran granulosit neutrofil pada daerah tersebut menandakan adanya aktifitas. Gastritis kronik dapat dibagi dalam berbagai bentuk tergantug pada kelainan histology, topografi dan etiologi yang menjadi dasar pikiran pembagian tersebut. Berdasarkan histology terdiri dari:
a.       Gastrisis kronik superfisialis bila sel sel radang kronik terbatas pada lamina propria mukosa superfisialis dan edema yang memisahkan kelenjar mukosa.
b.      Gastritis kronik atrofik sel sel radang menyebar lebih dalam serta dengan distorsi dan destruksi sel kelenjar mukosa yang nyata.
c.       Atrofi lambung terjadi bila struktur kelenjar menghilang dan terpisah satu sama lain secara nyata dengan jaringan ikat. Mukosa menjadi sangat tipis.
d.      Metaplasia interstinal; perubahan histologist kelenjar kelenjaar mukosa lambung menjadi kelenjar mukosa usus halus yang mengandung sel goblet.
e.       Gastrisis tipe A (korpus); terjadi perubahan histologist pada korpus dan fundus lambung.
f.       Gastrisis tipe B (antrum); gastrisis yang disebabkan oleh kuman Helicobacter pylori.
g.      Gastrisis AB dimana terjadi perubahan histologist yang menyebar ke seluruh gaster.
Kebanyakan gastrisis kronik tanpa gejala. Mereka yang mempunyai keluhan biasanya tidak khas. Keluhan yang sering dihubungkan dengan gastrisis kronik adanya nyeri tumpl di epigastrium disertai dengan mual kadang kadang muntah, cepat kenyang. Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan endoskopi dan histopatologi.
2.      Tukak lambung

Tukak peptic merupakan keadaan dimana kontinuitas mukosa laambung terpuus dan meluas sampai dibawah epitel. Kerusakan mukosa yang tidak meluas sampai ke bawah epitel di sebut erosi walaupun seringkai dianggap juga sebagai tukak. Menurut definisi tukak peptic dapat ditemukan pada sebagian saluran cerna yang terkena asam lambung. Tukak jinak adalah suatu gambaran bulat atau semi bulatoval pada permukaan mukosa lambung sehingga kontuinitas mukosa lambung terputus pada daerah tukak. Merupakan suatu borok menganga dengan pinggir edema disertai indurasi dengan dasar tukak ditutupi debris. Bahan iritan akan menimbulkan efek mukosa barier dan terjadi difusi balik ion H. histamine terangsang untuk lebih banyak mengeluarkan asam lambung, timbul dilatasi dan peningkatan permeabilitas pembuluh kapiler, kerusakan mukosa lambung, gastritis akut/kronik dan tukak gaster. Tukak gaster yang letaknya dekat ke pylorus biasanya memperlambat gerakan antrum memperlambat pengosongan lambung melalui gerakan propulsive antrum. Tukak gaster yang telah menyembuh biasanya tidak akan menimbulkan gangguan motilitas antrum.
Infeksi kuman Helycobacter pylori  akan menimbulkan pangastritis kronik atrofi sel mukosa korpus dan kelenjar, metaplasia interstinl dan hipoasiditas. Timbulnya tukak oleh kuman Hp bukan melaui proses sitopatik tetapi proses imunologis yang ditimbukannya. Kuman mengeluarkan urease yang memecah urea menjadi ammonium dan CO2 sehingga milieu akan menjadi basa dan kuman terlindungi terhadap factor merusak dari asam lambung.  
Secara umum, pasien tukak gaster biasanya mengeluh dyspepsia. Dyspepsia adalah suatu sindrom/ kumpulan keluhan beberapa penyakit saluran cerna misalnya mual, muntah, kembung, nyeri uluhati, sendawa, rasa terbakar, dan cepat merasa kenyang.
3.      Kanker lambung
Kangker lambung atau karsinoma lambung merupakan bentuk neoplasma lmbung yang pling sering terjadi dn menyebabkan kematian. Penyebab kanker lambung tidak diketahui tetapi dikenal factor factor predisposisi tertentu. Factor genetic tampaknya penting karena kanker lambung sering pada orang yang golongan darah A. factor geografis dan lingkungan tampaknya penting, karena kanker lambung sangat sering di jepang, Chili, dan Islandia. Karena alsan yang tdak diketahui. Kanker lambung sering terdapat pada golongan social ekonomi rendah. Salah saatu factor predisposisi yang paling penting adalah adanya gastristis etrofik atau anemia pernisiousa.
Karsinoma gaster berasal dari pertumbuhan epitel pada membrane mukosa gaster. Kebanyakan karsinoma gaster berkembang pada bagian gaster. Sedangkan pada atrofi didapatkan bagian atas gaster dan secara multisenter.  Sekitar 50% kanker lambung sering terletak pada antrum pylorus. Sisanya tersebar diseluruh korpus lambung.
Terdapat tiga bentuk umum karsinoma lambung. Karsinoma ulseratif merupakan jenis yang paling sering terdapat dan harus dibedakan dari tukak lambung jinak. Karsinoma polipoip tampak seperti kembang kol yang menonjol ke dalam lumen dan dapat berasal dari polip adenoma. Karsinoma infiltrative dapat menembus seluruh tebal dinding lambung dan dapat menyebabkan terbentuknya lambung botol kulit (linitis plastika) yang tidak lentur. Karsinoma lambung jarang didiagnosis pada stadium dini karena gejala timbul lambat atau tidak nyata dan tidak pasti. Gejala dini dapat berupa persaan sedikit tidak enak pada abdomen bagian atas atau perasaan penuh setelah makan. Pada akhirnya timbul anoreksia dan penurunan berat badan. Bila tumor terletak dekat kardia, disfangia mungkin merupakan gejala utama yang pertama. Muntah karena obstruksi pylorus dapat terjadi bila tumor berada dekat jalan keluar lambung
Penanggulangan Gangguan Fungsi lambung
Sebelum melakukan pengobatan terhadap penderita gangguan lambung, ada baiknya kita mengetahui cara mendiagnosis gangguan lambung. Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan endoskopi dan hispatologi. Untuk memerikasaan  histopatologi sebaiknya dilakukan biopsi pada semua segmen lambung. Selain itu, diagnosis diegakkan dengan pemeriksaan gastroduodenoskopi. Pada pemeriksaan akan tampak mukosa yang sembab, merah, mudah berdarah, lesi lesi dan kadang kadang ulserasi. Serta radiologi dimana pemeriksaan kontras ganda dengan berbagai posisi. Berikut adalah cara penganggulangan penyakit gangguan lambung diantaranya:
a.       Gastritis
Untuk gastritis akut pengobatan sebaiknya meliputi pencegahan terhadap setiap pasien dengn resiko tinggi. Pengobatan terhadap penyakit yang mendasari dan menghentikan obat yang menjadi kausa dan pengobatan suportif. Pencegahan dilakukan dengan pemberian antasida atau antagonis H2 sehingga dicapai pH lambung 4 atau lebih. Untuk pengobtan gastritis kronik eradikasi Helicobacter pylori merupakan cara pengobatan yang dianjurkan untuk gastritis yang ada hubungannya dengan infeksi oleh kuman tersebut. Eradikasi dapat mengembalikan gambaran histopatologi menjadi normal kembali. Eradikasi dapat ditempuh dengan pemberian kombinasi penghambat pompa proton dan antibiotic.
b.      Tukak lambung
Walaupun tukak gaster dalam patofisiologi tetapi respon terhadap terapi tetap sama. Tukak lambug sebaiknya dibiopsi untuk menyingkirkan suatu keganasaan yang terdiri dari: Non medikamentosa berupa istirahat, diet, dan obat obatan. Nedikamentosa pasien diberikn antasida untuk menghilangkan keluhan sakit dan obat dispepsida. Mekanisme kerjanya menetralkan asam lambung secara local. Obat penangkal kerusakan mucus berupa koloid bismuth melalui sitiprotektif membentuk lapisan bersama protein pada dasar tukak dan melindunginya terhadap pepsin dan HCl. Sukralfat, dan prostatglandin mekanismenya mengurangi sekresi asam lambung. Antagonis reseptor H2 memblokir histamine pada reseptor H2 sel parietal sehingga sel parietal tidak teragsang untuk mengeluarkan asam lambung. Tindakan operasi dilakukan jika ggal pengobatan, adanya komplikasi perforasi, pendarahan dan stenosis pilori, dan tukak dengan sangkaan keganasan.
c.       Kanker lambung
Tindakan yang paling penting dan tepat adalah pembedahan setelah sebelumnya ditetapkan apakah masih operable atau tidak. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan adalah (1) pembedahan jika penyakit belum menunjukkan tanda tanda penyebatan pilihan terbaik adalah pemnedahan. (2)kemoterapi pada kangker ini, dapat dilakukan pemberian obat secara tunggal atau kombinasi kemoterapi. (3) radiasi pengobatan ini kurang memperlihatkan kutang berhasil.


Sumber:
Anonim1. 2011. Sistem Pencernaan. http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem pencernaan.html . Di akses pada tanggal 15 mei pukul 21.45 Wita
Anonim2. 2010. Lambung. http://id.wikipedia.org/wiki/Lambung. Di akses pada tanggal 15 mei pukul 21.45 Wita
Anonim3. 2010. Pengaturan Sekresi lambung dan Faktor Faktor Penghambat Sekresi Lambung. http://arispurnomo.com/pengaturan-sekresi-lambung-dan-faktor-faktor-penghambat-sekresi-lambung. Di akses pada tanggal 15 mei pukul 21.45 Wita
Anonim4. 2010. Anatomi dan Fisiologi Lambung. http://arispurnomo.com/anatomi-dan-fisiologi-lambung. Di akses pada tanggal 15 mei pukul 21.45 Wita
Hirlan, dkk. 2001. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi Ketiga . Jakarta. Balai Penerbit FKUI.
Price, Sylvi A dan Lorraine M Wilson. Patofisiologi Konsep Klinis Proses Proses Penyakit Edisi 4. 1994. Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Silbernag, Stefan. 1998. Atlas Brwarna dan Teks Fisiologi. Jakarta . Hipokrates
Sherwood, lauralee. 2001. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem Edisi 2. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC

Difesiensi testosteron


Pengertian dan Fungsi Testosteron

Produksi sperma yang terjadi dalam testis. Setiap testis penuh dengan ribuan saluran tubulus seminiferus. Dinding tubulus-tubulus ini terdiri dari spermatogonia diploid, pendahulu dari sperma. Testis adalah suatu alat dengan dua fungsi, selain  membuat sperma, juga merupakan organ endokrin. Hormon yang dibentuk adalah testosteron yang merupakan hormon kelamin jantan utama. Hormon ini bertanggung jawab untuk perkembangan yang di sebut ciri-ciri kelamin sekunder dari laki-laki, seperti janggut, suara besar, dan bentuk badan jantan. Ini juga perlu untuk produksi sperma. 
Testosteron adalah suatu hormon steroid yang berasal dari molekul prekursor kolesterol, seperti halnya hormon-hormon seks wanita, estrogen dan progesteron. Sel-sel Leydig mengandung enzim-enzim dengan konsentrasi tinggi yang diperlukan untuk mengarahkan kolesterol mengikuti jalur yang menghasilkan testosteron. Setelah dihasilkan, sebagian testosteron disekresikan ke dalam darah untuk diangkut terutama yang terikat ke protein plasma, ke jaringan sasaran. Sebagian testosteron yang baru di produksi mengalir ke lumen tubulus seminiferus, tempat hormon ini memainkan peranan penting dalam spermatogenesis.
Testosteron adalah androgen yang paling penting (hormon seks laki-laki) pada pria dan memainkan peran penting dalam fungsi reproduksi dan seksual. Testosteron bertanggung jawab untuk memproduksi karakteristik fisik pubertas laki-laki seperti pengembangan penis dan pertumbuhan testis, dan untuk fitur-fitur khas pria dewasa seperti rambut wajah dan tubuh. Testosteron juga merangsang sel-sel dalam testis untuk membantu dalam produksi sperma. Selain itu, testosteron adalah penting bagi kesehatan yang baik nonreproductive banyak jaringan dalam tubuh. Hal ini memainkan peran penting dalam pertumbuhan tulang dan otot, dan mempengaruhi suasana hati, dorongan seks dan aspek-aspek tertentu dari kemampuan mental. Efek Testosteron
Secara umum, androgen meningkatkan sintesis protein dan pertumbuhan dari jaringan dengan reseptor androgen . Testosteron efek dapat diklasifikasikan sebagai virilizing dan anabolik , walaupun perbedaan agak buatan, karena banyak efek dapat dianggap baik. Testosteron anabolik, yang berarti membangun tulang dan massa otot.


  • efek anabolik
  • efek Androgenic
  • Perubahan mood (mood rendah dan lekas marah)
  • Kurang 
  • konsentrasi
  • Rendah energi
  • kekuatan otot 
  • berkurang
  • waktu lebih lama untuk pulih dari latihan
  • Bunga rendah dalam seks (libido menurun)
  • Kesulitan mendapatkan dan menjaga ereksi
  • Cepat 
  • berkeringat
  • Payudara pembangunan
  • Osteoporosis (penipisan tulang)
  • Volume air mani berkurang
  • Berkurangnya jenggot atau pertumbuhan rambut tubuh
  • Sebuah riwayat medis lengkap dan pemeriksaan fisik untuk mengkonfirmasi defisiensi testosteron dan untuk mengidentifikasi kemungkinan penyebab;
  • Sampel darah Setidaknya dua pada hari yang berbeda yang diambil untuk mengukur kadar hormon. Darah diambil untuk pengujian di pagi hari ketika kadar testosteron yang tertinggi pada waktu itu;
  • Pengujian untuk menentukan adanya atau tidak adanya kondisi medis yang dikenal dapat mempengaruhi testis atau kelenjar pituitari (tes darah, tes kromosom, CT atau MRI kelenjar pituitari).


Efek Testosteron juga dapat diklasifikasikan oleh usia kejadian biasa. Untuk postnatal efek di kedua laki-laki dan perempuan, ini adalah sebagian besar tergantung pada tingkat dan durasi beredar testosteron bebas. Efek testosteron dapat di bagi menjadi 5 kelompok yakni:
1.   Efek pada sistem reproduksi sebelum lahir
sebelum lahir, seksresi testosteron oleh testis janin merupakan penyebab maskulinisasi saluran reproduksi dan genitalia eksterna serta menurunnya testis ke dalam skrotum. Setelah lahir, sekresi testisteron berhenti dan testis serta sistem reproduksi lainnya tetap kecil dan dinonfungsional sampai puberitas.
2.   Efek pada jaringan spesifik seks setelah lahir
puberitas mengacu pada periode kebangkita dan pematangan sistem reproduksi yang sebelumnya di nonfungsional yang memuncak pada pencapaian kematangan seksual dan kemampuan reproduksi. Sel sel leydig mulai mengeluarkan testosteron kembali dan untuk pertama kalinya terjadi spermatogenesis di tubulus seminiferus. Testosteron bertanggung jawab untuk pertumbuhan dan pematangan keseluruhan sistem reproduksi pria. Di bawah pengaruh lonjakan sekresi testosteron pada masa puberitas, testis membesar dan mampu melaksanakan spermatogenesis, kelenjar-kelenjar seks tambahan membesar dsan mulai aktif mensekresi, sementara penis serta skrotum membesar.
3.   Efek terkait reproduksi lainnya
Testosteron bertanggung jawab dalam pembentukan libido seksual pada masa puberitas dan membantu mempertahankan dorongan seks pada pria dewasa. Stimulasi prilaku ini oleh testosteron penting untuk mempermudah penyaluran sperma pada wanita. Libido juga dipengaruhi oleh banyak faktor emosional sosial yang saling beinteraksi. Setelah libido terbentuk testosteron tidak lagi diperlukan untuk mempertahankannya. Pada fungsi terkait reproduksi lainnya testosteron ikut serta dalam kontrol umpan balik negatif normal pada sekresi pada hormon gonadotropin oleh hipofisis anterior. 
4.   Efek pada karakteristik seks sekunder
Perkembangan dan pemeliharaan semua karekteristik seks sekunder pria bergantung pada testosteron. Karakteristik pria nonreproduktif  yang dipicu oleh testosteron ini adalah (1) pola pertumbuhan rambut pria, (2) suara menjadi besar akibat pembesaran laring dan penebalan pita suara, (3) penebalan kulit dan (4) konfigurasi tubuh prria sebagai akibat pengendapan protein.
5.   Efek yang tidak berkaitan dengan reproduksi
Testosteron meniliki efek anabolik  (sintesis) protein yang mendorong pertumbuhan tulang sehingga berperan menyebabkan otot lebih berkembang pada pria dan adanya lonjakan pertumbuhan pada puberitas. Ironisnya, testosteron tidak saja merangsang pertumbuhan tulang tetapi akhirnya mencegah pertumbuhan lebih lanjut dengan menutup ujung-ujung tulang panjang yang sedang tumbuh. Testosteron juga merangsang sekresi minyak dari kelenjar sebaceus. Efek ini paling nyata selama lonjakan sekresi testosteron pada masa remaja sehingga pemuda rentan mengalami jerawat.
Difisiensi Testosteron
Hormon testosteron pada pria ternyata memberi pengaruh besar. Kekurangan hormon ini sering menyebabkan rendahnya tingkat energi dan mengurangi kualitas hidup. Penelitian terbaru menemukan, penderita kanker testis memiliki tingkat hormon testosteron yang lebih sedikit daripada pria yang sehat.  Sekitar 15 persen dari penderita kanker testis mengalami kekurangan hormon testosteron sebagai efek samping dari kemoterapi atau terapi radiasi. Testosteron (atau androgen) kekurangan (difisiensi) adalah ketika tubuh tidak mampu menghasilkan cukup testosteron untuk tubuh berfungsi normal. Meskipun bukan kondisi yang mengancam jiwa, dapat memiliki pengaruh yang besar pada kualitas hidup.
Difisiensi testosteron adalah keadaan di mana ketika tubuh tidak mampu menghasilkan cukup testosteron untuk tubuh berfungsi normal. Meskipun bukan kondisi yang mengancam jiwa ini dapat memiliki pengaruh yang besar pada kualitas hidup. Kekurangan Testosteron mempengaruhi sekitar satu dari 200 pria di bawah 60 tahun. Hal ini biasanya akibat dari kelainan genetik (misalnya sindrom Klinefelter's), kerusakan pada testis (infeksi, trauma, obat-obatan, kemo / radioterapi), testis yang tidak turun, atau jarang, kurangnya hormon yang dihasilkan oleh otak (misalnya sindrom Kallman atau gangguan dari kelenjar pituitari). Jumlah pria di atas 60 tahun yang kekurangan testosteron tidak pasti dengan beberapa perkiraan menunjukkan bahwa satu dari 10 laki-laki yang lebih tua mungkin memiliki tingkat testosteron rendah. Proses penuaan, penyakit medis dan obesitas semua mempengaruhi tingkat testosteron. Tidak seperti wanita, estrogen yang kadarnya cepat ketika mereka pergi melalui menopause, kadar testosteron pria jatuh jauh lebih bertahap dan selama jangka waktu yang lebih lama. Selain itu, tidak semua orang dipengaruhi oleh penurunan kadar testosteron. Kadar testosteron pada pria berada pada tertinggi mereka antara usia 20 sampai 30 tahun, kemudian testosteron mulai turun sekitar sepertiga antara usia 30 sampai 80 tahun. Beberapa pria akan mengalami penurunan lebih besar dalam kadar hormon. Namun, banyak pria berusia di atas 80 tahun akan memiliki kadar testosteron relatif normal.
Tanda-tanda testosteron rendah adalah berbeda tergantung pada usia ketika tingkat testosteron jatuh di bawah kisaran normal.  Banyak gejala dan tanda-tanda yang spesifik dan dapat terjadi dengan penyakit medis lainnya dan dalam keadaan yang lain (misalnya stres fisik atau psikologis). Menunjukkan gejala-gejala ini sehingga tidak otomatis berarti bahwa orang tersebut harus memiliki pengobatan testosteron. Adapun gejala atau tanda-tanda difisiensi testosteron pada pria dewasa adalah
Efek Difisiensi Testosteron
Pada pria, testosteron memainkan peran kunci dalam pengembangan jaringan reproduksi pria seperti testis dan prostat serta mempromosikan karakteristik seksual sekunder seperti peningkatan otot , tulang massa dan rambut pertumbuhan. Di samping itu, testosteron sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan,  serta pencegahan osteoporosis .
Telah di jelaskan bahwa, testosteron  bertanggung jawab dalam pembentukan libido seksual pada masa puberitas dan membantu mempertahankan dorongan seks pada pria dewasa. Stimulasi prilaku ini oleh testosteron penting untuk mempermudah penyaluran sperma pada wanita. Pada fungsi terkait reproduksi lainnya testosteron ikut serta dalam kontrol umpan balik negatif normal pada sekresi hormon gonadotropin oleh hipofisis anterior. Selain itu, efek testosteron yang tidak berkaitan dengan reproduksi yaitu effek anabolik (sintesis) protein ddan mendorong pertumbuhan tulang sehingga menyebabkan otot lebih berkembang pada pria dan adanya lonjakan pertumbuhan pada puberitas. Testosteron tidak saja merangsang pertumbuhan tulang tapi mencegah pertumbuhan lebih lanjut dengan menutup ujung tulang panjang yang sedang tumbuh. Setelah masa puberitas di mulai, sekresi testosteron dan spermatogenesis berlangsung terus menerus sepanjang hidup pria. Akan tetapi jika tubuh tak bisa menghasilkan jumlah hormon testosteron yang normal untuk tubuh ini akan berdampak pada berkurangnya fungsi dari testosteron tersebut. Antara lain akan menyebabkan anabolik protein akan terganggu, pertumbuhan akan terganggu, dan yang jelas akan mengganggu persoalan seksual.
Penanggulangan Difisiensi Testosteron
Sebelum melakukan pengobatan terhadap penderita difisiensi testosteron, ada baiknya kita mengetahui cara mendiagnosis difisiensi testosteron. Berikut beberapa langkah yang terlibat dalam mendiagnosis defisiensi testosteron:
Testosteron kekurangan diperlakukan dengan memberikan testosteron dalam dosis yang mengembalikan kadar testosteron dalam darah normal. Testosteron diresepkan untuk pria dengan kadar testosteron terbukti secara klinis menurunkan. Pasien kenyamanan, keakraban dan biaya dapat menentukan jenis pengobatan yang diresepkan. Begitu dimulai, pengobatan ini biasanya berlangsung selama hidup dan harus diperiksa secara teratur oleh dokter berkualitas dengan pemantauan prostat, jumlah darah (hematokrit), kadar kolesterol dan tulang (untuk osteoporosis). Adanya kondisi medis lain dapat mempengaruhi apakah atau tidak seorang pria dengan kekurangan testosteron harus ditangani dengan terapi testosteron. Perhatian khusus terapi testosteron adalah potensi memburuknya penyakit prostat. Testosteron pengobatan tidak boleh dimulai pada pria yang lebih tua sebelum kemungkinan kanker prostat atau penyakit prostat yang parah non-ganas telah dipertimbangkan. Pria dengan kanker payudara juga harus tidak menerima terapi testosteronPria dengan apnea tidur atau gagal jantung membutuhkan penilaian menyeluruh sebelum dipertimbangkan untuk terapi penggantian testosteron.
Terapi Testosteron juga tidak boleh digunakan untuk mengobati kadar hormon yang rendah disebabkan oleh kondisi diobati lain, seperti obesitas atau depresi. Masalah-masalah mendasar harus diperbaiki pertama sebagai kadar hormon dapat kembali ke terapi testosteron normal dan tidak pernah mungkin diperlukan. Terapi Testosteron dapat meningkatkan pertumbuhan prostat, mungkin membuat setiap kanker prostat, jika ada, lebih buruk. Testosteron tidak boleh diresepkan untuk pria dengan kanker prostat. Hal ini juga dapat membuat gejala pembesaran prostat (benign prostatic hyperplasia, BPH) buruk. Lain efek samping seperti jerawat ringan, berat badan, perkembangan payudara, kehilangan pola laki-laki rambut dan perubahan mood jarang terjadi.
Sejauh ini, tidak ada cara yang diketahui untuk mencegah defisiensi testosteron benar disebabkan oleh kerusakan pada testis atau kelenjar pituitari. Namun, gaya hidup sehat dan pengelolaan masalah kesehatan lain bisa meningkatkan produksi testosteron pada laki-laki yang menurunkan kadar hormon disebabkan penyakit lain atau kondisi. Pengobatan harus diarahkan pada penyakit ini lain dalam tingkat pertama.

Sumber:
Anonim1. 2010. Efek Buruk Kekurangan Testosteron Pada Pria.http://kosmo.vivanews.com/news/read/131719- efek_buruk_kekurangan_testosteron_pada_pria. Di akses pada tanggal 22  Oktober 2010 pukul 13.45 Wita

Anonim3. 2010. Testosteron. http://wikipedia.org/Testosteroon/wiki//. Di akses pada tanggal 22  Oktober 2010 pukul 13.45 Wita

John, W Kimball. - - - - . Biologi Jilid 2 Edisi V. Jakarta. Erlangga.
Sherwood, lauralee. 2001. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem Edisi 2. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC