Features Title Here. Consectetur adipisicing

Features Content Here. Sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Menerapkan keselamatan kerja dalam melakukan pengamatan gejala-gejala alam

Minggu, 08 April 2012


Keselamatan Kerja dalam pengamatan


Keselamatan kerja dalam laboratorium mencakup cara penyimpanan, pemakaian, dan perawatan alat atau bahan laboratorium, serta langkah pertolongan/penanggulangan kecelakaan. Laboratorium yang baik selalu dilengkapi dengan tempat penyimpanan. Alat/bahan sesuai dengan sifat atau jenis alat/bahan tersebut.
Khususnya bahan kimia yang mudah menguap, mudah terbakar, beracun atau berbahaya harus memiliki tempat khusus yang tertutup atau dilengkapi dengan cerobong uap. Bahan kimia cair sebaiknya tidak diletakkan di tempat yang lebih tinggi dari kepala kita sehingga mempersulit pengambilan dan harus disimpan dalam botol/wadah tertutup rapat, serta tidak terkena panas atau cahaya matahari secara langsung. Usahakan semua botol penyimpanan bahan berlabel untuk menghindari kekeliuran dalam pemakaian. Alat-alat yang rawan rusak atau rawan pecah disimpan dalam lemari tertutup dan aman. Biasakan segera mencuci tangan jika terkena atau setelah menggunakan bahan-bahan kimia cair maupun yang padat. Lebih aman gunakan sarung tangan karet. Jika bahan kimia mengenai mata, cucilah mata dengan air sebanyak-banyaknya sampai tidak terasa pedih. Pastikan selalu ada perlengkapan P3K dan alat pemadam kebakaran di laboratorium serta pahami cara penggunaannya.
Pada umumnya bahan kimia berbahaya dikelompokkan menjadi beberapa golongan, di antaranya:
  • Bahan kimia beracun (Toksin), yaitu bahan kimia yang dapat menyebabkan bahaya terhadap kesehatan manusia atau menyebabkan kematian apabila terserap ke dalam tubuh karena tertelan, lewat pernapasan, dan kontak dengan kulit. Contohnya senyawa logam, bahan pelarut, gas beracun, dan pestisida.
  • Bahan kimia korosif, yaitu bahan kimia yang karena reaksinya mengakibatkan kerusakan apabila kontak dengan jaringan hidup atau bahan lainnya.
  • Bahan mudah terbakar, yaitu bahan kimia yang mudah bereaksi dengan oksigen dan menimbulkan kebakaran.
  • Bahan peledak, yaitu bahan kimia yang bereaksi dengan bahan lainnya sehingga menghasilkan atau adanya gas dalam jumlah besar dan bertekanan tinggi disertai suhu yang tinggi



Bahan-bahan kimia yang terdapat dalam laboratorium perlu kamu kenali dengan baik kegunaan dan bahaya yang ditimbulkannya sehingga kamu tidak salah dalam menggunakan/ memperlakukan bahan-bahan kimia. Bahan-bahan kimia di laboratorium biasanya dikelompokkan berdasarkan sifatnya. Tempat/wadah bahan kimia berbahaya diberi simbol/lambing yang menggambarkan bahaya yang dapat ditimbulkan. Berhatihatilah bila kamu bekerja menggunakan bahan-bahan kimia tersebut. kita harus mengetahui sifat-sifat dari semua bahan-bahan kimia. Adapun sifat-sifat bahan-bahan kimia antara lain: bersifat racun, korosif atau mudah terbakar. Oleh karena itu, bahan-bahan ini disimpan dan dikemas dalam botol/wadah yang diberi label dan simbol tertentu. Beberapa simbol dan cara penanganannya dapat dilihat dalam bentuk tabel berikut
a.       Simbol bahan radioaktif dan beracun

b.      Simbol bahan mudah terbakar

c.       Simbol bahan mudah meledak dan korosif


Kode Risiko atau Bahaya
Untuk mempermudah mengenal bahaya atau risiko, digunakan lambang huruf R yang diikuti oleh nomor, dan tiap nomor memiliki arti tersendiri. Contohnya:
R 1                  = Eksplosif bila kering
R 2                  = Eksplosif bila berbenturan
R 22                = Beracun bila tertelan
R 23                = Beracun bila terhisap
R 26                = Racun sekali terhisap
R 40                = Cacat tetap
R 36/37           = Iritasi pada alat pernapasan dan mata
R 38/38           = Iritasi pada kulit mata

Kode Usaha Keamanan
Kode usaha keamanan, yaitu usaha yang harus dilakukan agar
tidak timbul kecelakaan, diberi tanda huruf S. Tanda huruf S diikuti oleh nomor yang memiliki arti tersendiri. Contohnya:
S 1       = Jaga selalu tertutup
S 2       = Jauhkan dari anak-anak
S 16     = Jangan merokok
S 20     = Bila menggunakan jangan makan
S 7/8    = Tutup dan tetap kering
S 34     = Hindari dari benturan
S 39     = Pakai pelindung mata
S 37     = Pakai sarung tangan

Untuk menghindari dan mengurangi kecelakaan dan bahaya dari bahan-bahan yang beracun itu, perlu kita perhatikan sikap kita terhadap bahan-bahan tersebut dengan cara:
·         Menggunakan bahan kimia secukupnya menurut yang dianjurkan.
·         Mengembalikan ke asalnya apabila sudah tidak digunakan lagi.
·         Mengambil bahan kimia dari botol harus menggunakan pipet yang bersih.
·         Hati-hati saat mengambil, membawa dan meletakkan
·         Harus memperhatikan sistem label pada botol yang digunakan.

0 komentar:

Poskan Komentar