Features Title Here. Consectetur adipisicing

Features Content Here. Sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Modul Pilihan Sistem Reproduksi Manusia

Senin, 30 April 2012


Modul III
Sistem Reproduksi Manusia
(pilihan)
Kegiatan Pendahuluan:
Salah satu ciri terpenting mahluk hidup adalah kemampuan untuk berkembang biak. Spesies mahluk hidup mampu bertahan hidup dengan membentuk individu baru sebelum mati. Dimana yang kita ketahui,  setiap dari triliunan sel yang terdapat pada tubuh kamu, berasal dari satu sel dari proses pembuahan. Yakni proses penggabungan dua sel yaitu sel sperma dan sel telur yang terjadi pada organ  reproduksi. Organ reproduksi antara pria dan wanita tentunya berbeda. Melalui modul ini, anda akan memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia. Yakni mendeskripsikan sistem reproduksi dan penyakit yang berhubungan dengan sistem reproduksi pada manusia. Secara khusus pada modul ini anda diharapkan mampu:
·         Menjelaskan fungsi reproduksi bagi mansuia.
·         Mendeskripsikan peristiwa spermatogenesis pada sistem reproduksi laki-laki.
·         Mendeskripsikan peristiwa oogenesis pada sistem reproduksi perempuan.
·         Mencari informasi tentang beberapa penyakit yang berkaitan dengan sistem reproduksi manusia.
Untuk memudahkan anda dalam mencapai tujuan tesebut, maka materi modul ini akan dibagi menjadi 3 kegiatan belajar yakni:
1.      Kegitan belajar 1 : Fungsi reproduksi bagi manusia dan organ reproduksi
2.      Kegiatan belajar 2: Peristiwa gametogenesis dan perkembangan embrio.
3.      Kegiatan belajar 3:  Penyakit yang berkaitan dengan sistem reproduksi manusia.
Pelajari setiap kegiatan belajar sesuai dengan tujuannya sampai kamu anda dapat memahami isinya. Setelah itu kerjakan latihan pada setiap kegiatan belajar.


Kegiatan belajar I
Fungsi reproduksi bagi manusia dan organ reproduksi

            Untuk menjaga kelangsungan hidupnya, manusia perlu bereproduksi. Sejak usia remaja, sistem reproduksi pria dan wanita telah menghasilkan sel sel kelamin. Sel sel kelamin pria dan wanita bergabung melalui reprosuksi seksual untuk membentuk kehidupan baru.  Pada manusia, reproduksi berlangsung secara seksual. Alat reproduksi pada manusia berupa alat kelamin pada pri dan wanita.
Sistem reproduksi pada wanita berfungsi untuk menghasilkan gamet betina yani ovum melalui peristiwa oogenesis, kemudian menyedikan lingkungan yang cocok yntuk terjadi fertilisasi oleh sperma dan perkembangan janin dan pengeluaran janin. Sistem reproduksi pada pria terdiri dari saluran reproduksi, kelenjar reproduksi dan alat kelamin luar.

A.    Alat reproduksi pria
        Alat reproduksi pria atau alat kelamin pria mempunyai dua fungsi reproduksi yakni untuk produksi sel kelamin dan pelepasan sel sel sperma ke saluran sel kelamin wanita. Alat kelamin pria dibedakan menjadi alat kelamin luar dan kelamin dalam. Alat kelamin luar berupa penis yang fungsinya sebagai alat kopulasi (persetubuan), dan skrotum yang berfungsi membungkus testis.

 Alat kelamin dalam terdiri dari testis, tubulus seminiverus, vasa deferensia, vesika seminalis, duktus ejakulatoris, kelenjar prostat, kelenjar bulbouretral. Testis berbentuk bulat telur dan jumlahnya sepasang. Testis merupakan tempat pembentukan sel kelamin jantang (spematozoa) dan hormon kelamin( testosteron). Lebih tepatnya pada tubulus seminierus. Sperma yang berasal dari tubulus seminiverus melewati duktus epididimis sebagai tempat pematangan sperma dan tempat penyimpanan sperm sementara. Selanjutnya, vasa deferensia merupakan tempar mengangkut sperma ke vesika seminalis. Arah vasa deferensia ini ke atas kemudian melingkar dan salah satu ujungnya di kelenjar prostat. Dibelakang katong kemih, saluran ini bersatu membentuk duktus ejakulatoris dan berakhir di uretra.
     Saluran kelamin dilengkapi oleh tiga kelenjar yang dapat mengeluarkan sekret yakni kelenjar prostat, vesikula seminalis dan kelenjar bulboretral. Kelenjar prostat mengasilkan sekret cairan encer seperti susu bersifat basa dan berfungsi untuk menyeimbangkan keasaman urin da uretra da keasaman vagina. Vesikula seminalis menghasilkan sekret berwarna jernih, kental mengandung asam amino dan fruktosa untuk memberi makan sperma. Dan kelenjar bulbouretral  menghasilkan sekret yang bermuara ke uretra yang disekresikan sebelum pengeluaran sperma dan semen.
B.     Alat reproduksi wanita
Tanggung jawab mamalia betina atas berhasilnya reproduksi jauh lebih besar dari pada yang jantan. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa fisiologi reproduksi betina sangat lebih kompleks daripada jantan. Tidak hanya menghasilkan gamet betina (ovum) tetapi dilengkapinya untuk  menerima sperma dari jantan, memberikan keadaan yang cocok untuk terjadinya fertilisasi dan mampu memberi makanan bayi yang sedang berkembang sebelum maupun setelah melahirkan.

Sama dengan pria, alat reproduksi atau alat kelamin wanita terdiri dari alat kemin luar dan alat kelamin dalam. Alat kelamin luar terdiri dari labia mayor, labia minor, mons veneris, klitoris, orificium uretrae. Sedngkan alat kelamin dalam terdiri dari indung telur (ovarium), oviduk (tuba fallopi), uterus (rahim), dan vagina. Labia mayor adalah bagian bibir luar vagina yang tebal berlapis lemak, mons veneris, adalah pertemuan antara kedua bibir vagina dengan bagian atas yang tampak membukit. Labia minor yaitu sepasang lipatan kulit yang halus dan tipis tidak dilapisi lemak dan klitoris adalah tonjolan kecil disebut juga kelentit.
Ovarium berjumlah sepasang, merupakan tempat untuk memproduksi sel telur (ovum). Sel telur manusia mempunyai diameter ±0,1 mm. Sel telur ini tidak dapat bergerak aktif karena tidak memiliki alat gerak. Tuba falopii atau oviduk adalah saluran yang menghubungkan ovarium dengan uterus. Sel telur yang dilepaskan dari ovarium diterima oleh ujung tuba falopii yang berbentuk corong (disebut infundibulum). Dari tuba falopii, sel telur kemudian menuju rahim. Pembuahan sel telur sering terjadi di tuba falopii ini. Uterus atau rahim adalah tempat melekatnya sel telur yang telah dibuahi oleh sperma. Uterus berupa rongga berotot yang mampu mengembang mengikuti perkembangan embrio. Vagina merupakan saluran akhir dari alat kelamin dalam. Vagina juga menjadi alat kopulasi pada perempuan, jalan lahir bayi waktu melahirkan, dan saluran tempat keluarnya menstruasi

Rangkuman
·         Pada manusia, reproduksi terjadi secara generatif (seksual). Alat reproduksi terdiri dari saluran saluran dan kelenjar. Selain itu, alat kelamin terdiri dari alat kelamin dalam dan alat kelamin luar.
·         Alat kelamin pria bagian luar terdiri dari penis dan skrotum. Sedangkan alat kelamin bagian dalam terdiri dari testis, epididimis, vas deferens, kelenjar prostat, vesika seminalis, dan kelenjar bulbouretral. Scrotum menghasilkan sperma sebagai sel kelamin jantan.
·         Alat kelamin wanita bagian luar terdiri dari lubang vagina, labia mayora, labia minora, mons pubis dan klitoris. Sedangkan alat kelamin dalam terdiri ovarium, tuba falopii (oviduk), dan uterus (rahim). Ovarium menghasilkan sel telur/ovum sebagai sel kelamin betina.

Tes:
Untuk memperdalam pemahaman anda mengenai materi ini, kerjakanlah tes dibawah ini dengan memilih jawaban yang paling benar.
1.      Alat reproduksi pada wanita terdiri dari....
a.       ovarium , uterus, vagina, vas deferens
b.      testis vas deferens, vagina, ovarium
c.       ovarium, oviduk, vagina, rahim
d.      testis, ovarium, oviduk
2.      Tempat pembentukan sperma pada vertebrata adalah ....
a.       testis
b.      vas deferens
c.       Ovarium
d.      kloaka
3.      Bagian alat kelamin luar dari wanita terdiri dari:
a.       Klitotis dan vagina
b.      Labia minora, labia mayora dan ovarium
c.       Oviduk, uterus, dan Klitotis
d.      Labia minora, labia mayora dan klitoris
4.      Organ yang bernomor 4 berfungsi untuk
a.       Memproduksi semen atau lendir
b.      Tempat penyimpanan sperma
c.       Memproduksi sperma
d.      Memproduksi sperma dan hormon
5.      Saluran yang menghubungkan ovarium dengan uterus adalah
a.       Klitoris
b.      orificium uretrae
c.       indung telur
d.      oviduk
e.       vagina




Kunci jawaban:
1.      (c)  ovarium, oviduk, vagina, rahim,  karena alat reproduksi pada wanita hanya terdiri dari ovarium, uterus, vagina, oviduk, dan rahim. Sedangkan vas deverens, testis, termasuk alat reproduksi pria.
2.      (a) testis. Karena vas deferens merupakan saluran untuk mengangku sperma ke vesika seminalis, ovarium adalah tempat pembentukan sel telur dan kloaka merupakan muara 3 saluran pada hewan reptil, dan aves
3.      (d) labia minora, labia mayora dan klitoris. Karena Bagian alat kelamin luar dari wanita terdiri dari  labia minora, labia mayora dan klitoris sedangkan vagina, ovarium, oviduk, dan uterus termasuk alat kelamin dalam.
4.      (d) memproduksi sperma dan hormon, karena bagian yang ditunjukkan nomor 4 adalah testis yang berfungsi untuk memproduksi sperma dan hormon (testosteron)
5.      (d) oviduk. Karena saluran yang menghubungkan ovarium dengan uterus adalah  indung  telur (tuba fallopi). Sedangkan klitoris hanya berupa tonjolan kecil pada alat kelamin luar, orificium uretrae adalah saluran kencing, dan indung telur adalah tempat pembentukan sel telur.

Cocokanlah jawaban anda engan kunci diatas. Hitunglah jawaban yang benar kemudian gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi kegiatan belajar:

Arti tingkat penguasaan :
90% -100%          = baik sekali
80%- 89%            = baik
70% - 79%           = cukup
< 70%                  = kurang

Apabila anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar 2. Bagus!. Jika masih di bawah 80% anda harus megulangi materi kegiatan belajar 1, terutama bagian yang belum dikuasai.

Daftar Pustaka
Brewer, Sarah. 1997. Buku Saku Fakta Tubuh. Jakarta; Penerbit Erlangga
Kimball, John W. 1989. Biologi  Edisi Kelima Jilid 2. Jakarta; Penerbit Erlangga
Pratiwi, dkk. 2007. Biologi. Jakarta; Penerbit Erlangga.
Soewolo, dkk. 1999. Fisiologi Manusia. Malang; IMSTEP JICA UM

Kegiatan belajar II
Peristiwa gametogenesis dan perkembangan embrio.
A.    Peristiwa Gametogenesis
Pada hewan, tidak terdapat generasi haploid dan diploid secara bergantian. Pembuahan didahuui oleh proses meiosis, sedangkan hasil meiosis adalah gamet. Untuk melakukan fungsi secara efektif, gamet harus motil (hingga dapat bertemu dan bersatu) dan disediakan makanan untuk energi dan bahan untuk perkembangan embrio. Kedua syarat ini tidak dapat disatukan. Penyelesaiannya adalah satu gamet, sperma yang bersifat motil, dan kecil dan gamet lainnya, telur, yang penuh dengan persediaan makanan.

Gamet jantan (sperma) dibentuk di dalam testis, sedangkan gamet betina dibentuk dalam ovarium. Pembentukan gamet jantan disebut spermatogenesis, sedangkan pembentukan gamet betina disebut oogenesis. Spermatogenesis terjadi setelah seorang laki laki mengalami puberitas. Spermatogenesis kemudian akan terjadi secara teratur dan terus menerus seumur hidup laki laki. Sel sel sperma sebenarnya hanya berupa inti yang berflagellum. Sperma dihasilkan dalam testis. Dalam testis, spermatogenesis terjadi di tubulus seminiferus. Pada dinding tubulus seminiferus telah tersedia calon sperma (spermatogonia). Setiap spermatogonia melakukan pembelahan motosis membentuk spermatosit primer. Spermatosit primer melakukan pembelahan miosis pertama membentuk 2 spermatosit sekunder. Tiap spermatosit sekunder melakukan pembelahan miosis kedua menghasilkan 2 spermatid yang bersifat haploid. Keempat spermatid ini berkembang menjadi sperma matang. Sperma yang matang akan menuju ke epididimis.
Oogenesis terjadi di ovarium. Di ovarium telah berisi calon calon sel telur yang terbentuk sejak bayi lahir. Memasuki usi puberitas, sejumlah folikel mencapai pematangan pada setiap daur ovarium. Oosit primer melakukan pembelahan meiosis menghasilkan oosit sekunder dan badan polar pertama. Oosit sekunder dikelilingi oleh folikel. Oosit yang terus berkembang lama kelamaan akan dipisahkan dari folikel folikel disekelilingnya oleh zona pelusida. Dengan pengaruh LH dan FSH maka terjadilah ovulasi (pelepasan sel telur). Jika pada saat ovulasi terjadi pembuahan, maka oosit sekunder akan berubah menjadi ootid (haploid) dan badan polar kedua. Ootid berdiferensiasi menjadi ovum. Berbeda dengan laki laki, wanita hanya mengasilkan 1 sel telur saja selama satu siklus. Ovulasi pada wanita bethubungan dengan keadaan hormon.
Seorang remaja perempuan yang telah mendapatkan menstruasi menunjukkan bahwa dia telah mampu menghasilkan sel telur. Dengan kata lain, dia telah siap bereproduksi dan melahirkan bayi. Namun demikian, remaja belum mempunyai kesiapan fisik, mental, dan sosial-ekonomi untuk mendapatkan kehamilan. Oleh karena itu, kamu harus berhati-hati dalam bergaul, jangan pernah terjerumus dalam pergaulan seks bebas dan seks pranikah!.



B.     Fertilisasi

Fertilisasi adalah proses penggabungan seprma dan ovum. Proses fertilisasi mulai bila sperma benar benar melekat pada telur. Setelah ejakulasi ke dalam saluran reproduksi wanita,sperma memasuki uterus, dan terjadi kontraksi pada dinding uterin yang akan membantu sperma menekati ovum. Setelah berhasil, sperma harus melewati lapaisan ovum yakni korona radiata dan zona pellusida yang mengelilingi ovum. Sperma melepaskan enzim pencerna yang membuat lubang pada lapisan protein pelengkap dan pada beberapa spacies pada sel sel folikel saja.  Membran akrosom sperma akan rusak dan menembus zona pelusida. Dan membuat terrbentuknya lapisan pelindung untuk mencegah sperma yang lain masuk ke dalam sel telur. Masuknya sperma diikuti oleh perubahan cepat dan dramatik di dalam telur itu sendiri. Unsur sitoplasmanya disusun kembali dengan cepat. Peristiwa terakhir dari fertilisasi ialah ketika kepala sperma membesar membentuk sebuah “pronukleus” dan bergerak ke “pronukleus” yang mirip telur tadi. Kedua pronukleus bersatu membentuk sebuah inti zigot diploid, maka fertilisasi selesai. Dalam waktu yang singkat pembelahan mitosis yang pertama dari sel akan terjadi dan perkembangan embrio akan dimulai.
C.    Perkembangan embrio

Perkembangan embrio dimulai pada saat telur yang telah dibuahi masih ada di dalam tuba fallopi. Setelah pembuahan atau fertilisasi, zigot mengalami pembelahan sel mitosis untuk membentuk bola padat yang disebut morula. Setelah membentuk morula, dalam keadaan normal, pada saat endometrium rahim siap, morula yang turun ke uterus berdiferensiasi menjadi blastokista (selapis sel yang berongga) yang mampu melakukan implantasi. Dengan implantasi yang berhasil maka terjadilah kehamilan.
Setelah menjadi blastula, stadium selanjutnya adalah stadium grastula. Yakni pembelahan sel dengn cepat dan beberapa migrasi sel dari satu tempat ke tempat lain dalam embrio yang sedang berkembang.  Pada stadium ini bintik benih mengalami pertumbuhan sel yang berbeda beda dan membagi diri menjadi beberapa lapisan sel yang berbeda.
Setelah periode embrionik ini membran telah embrio terbentuk. Selanjutnya, terbentuk dua bagian utama sel dan jaringan. Yakni:
1.      Embrio yang sebenarnya, yang akhirnya akan menjadi bayi,
2.      Membran ekstra embrio yang akan memainkan sejumlah peranan vital dalam proses tersebut, tapi akan dibuang pada waktu kelahirannya.
Membran ini berada diluar embrio dan berfungsi melindungi dan memberi makan embrio. Membran ekstra embrio membentuk amnion, plasenta dan tali pusar. Amnion (membentuk ruang dan cairan untuk melindungi embrio dan membantu regulasi suhu tubuh embrio), korion (menyelubungi amnion dan kantong kuning telur) dan alantois (untuk respirasi, saluran makanan dan eksresi). Plasenta berfungsi untuk tempat berdifusinya oksigen, makanan, karbondioksida, dan sisa metabolisme dengan darah ibu, menyuplai makanan, dan menghasilkan beberapa hormon kehamilan.
Selama dua bulan pertama dalam kandungan, struktur bayi sedang dbentuk. Ini  meliputi pembelahan sel, migrasi sel, dan perkembangan sel sel menjadi tipe tipe yang terdapat pada organisme dewasa. Pada umur 4 minggu, jantung mulai berdenyut, 5 minggu tunas tangan dan kaki tampak, 8 minggu, anggota tubuh telah terbentuk. 16 minggu tubuh fetus dilapisi oleh rambut halus, organ genital luar terlihat, dan gerakan kadang terasa. 25 minggu sampai 36 penyempurnaan bentuk tubuh, kepala agak proporsional, dan terdapan endapan lemak serta pertumbuhan kuku di ujung jari.
Pada saat bersalin, hormon prostatglandin menyebabkan berkontraksinya rahim dengan kuat, dan terjadilah proses prasalin. Hasil pertama dari pra bersalin adalah membukanya serviks. Dengan kontraski yang kuat menyebabkan amnion pecah dan cairan manion keluar. Kemudian bayi dikeluarkan. Pad saat itu terjadilah pergantian sistem pernafasan dan sirkulasi yang awalnya melalui tali pusar menjadi terjadi dengan organ tubuhnya sendiri. Setelah melahirkan, ibu mulai menghasilkan air susu setelah dua atau tiga hari.

Rangkuman
·         Gemetogenesis adalah proses pembentukan gamet dalam organ reproduksi.  Gamet jantan dibentuk di dalam testis, sedangkan gamet betina dibentuk dalam ovarium. Pembentukan gamet jantan disebut spermatogenesis, sedangkan pembentukan gamet betina disebut oogenesis.
·         Setelah terjadi fertilisasi, terbentuklah zigot kemudian terjadi pembelahan zigot di oviduk. Setelah zigot membelah, terbentuklah embrio yang kemudian melakukan implantasi ke dinding rahim. Di dinding rahim, embrio melanjutkan perembangan dengan membentuk kantong dan plasenta dan tali pusar. Setelah berkembang sempurna selama 9 bulan bayi dilahirkan.
·         Setelah periode embrionik ini membran telah embrio terbentuk. Selanjutnya, terbentuk dua bagian utama sel dan jaringan yakni embrio yang sebenarnya, yang akhirnya akan menjadi bayi, dan membran ekstra embrio yang akan memainkan sejumlah peranan vital dalam proses tersebut, tapi akan dibuang pada waktu kelahirannya.


Tes:
Untuk memperdalam pemahaman anda mengenai materi ini, kerjakanlah tes dibawah ini dengan memilih jawaban yang paling benar.
1.      Proses pembentukan sperma pada pada manusia disebut…
a.       Oogenesis
b.      Spermatogenesis
c.       Ovulasi
d.      Gametogenesis
2.      Awal kehaimilan wanita ditandai dengan ……..
a.       Fertilisasi sperma dan ovum
b.      Menempelnya zigot pada tuba fallopi
c.       Implantasi zigot di dinding rahim
d.      Menempelnya blastosit pada dinding rahim.
3.      Bayi dalam rahim akan terlindungi dari bahaya guncangan karena adanya
a.       Dinding amnion dan karion
b.      Air ketuban yang diproduksi tembuni
c.       Air ketuban yang diproduksi amnion
d.      Tali pusar yang menghubungkan janin dan plasenta.
4.      Proses pertumbuhan dan pematangan sel telur dalam folikel dipengaruhi oleh
a.       LH
b.      FSH
c.       LH dan FSH
d.      Hormon esterogen dan progesteron
5.      Janin dalam rahim ibu memperoleh makanan dari……
a.       Darah ibu secara langsung
b.      Darah ibu melalui proses difusi langsung
c.       Darah ibu melalui perantara tembuni
d.      Cadangan makanan yang terdapat dalam telur.

Kunci jawaban:
1.      (b) spermatogenesis. Karena proses pembentukan ovum disebut oogenesis, ovulasi adalah proses pelepasan ovup pada volikel, dan gametogenesis adalah proses pembentukan gamet.
2.      (a) fertilisasi sperma dan ovum. Karena menempelnya zigot pada tuba fallopi, implantasi zigot di dinding rahim, menempelnya blastosit pada dinding rahim, adalah proses kehamilan pada wanita. Bukan tanda awal kehamilan.
3.      (c) air ketuban yang diproduksi amnion. Bayi dalam rahim akan terlindungi dari bahaya guncangan karena adanya air ketuban yang diproduksi amnion, tali pusar hanya berfungsi sebagai perantara antara sirkulasi darah janin dengan ibu. Air ketuban juga tidak diproduksi oleh tembuni
4.      (c) LH dan FHS, karena proses pertumbuhan dan pematangan sel telur dalam folikel dipengaruhi oleh tidak hanya LH atau FSH saja tetapi keduanya. Dan hormon  esterogen dan progesteron mempengaruhi penebalan dinding rahim
5.      (c) darah ibu melalui perantara tembuni, karena darah ibu dan bayi tidak tercampun dan berdifusi secara langsung, akan tetapi melalui perantara tembuni atau plasenta, janin dalam rahim ibu dapat memperoleh makanan


Cocokanlah jawaban anda engan kunci diatas. Hitunglah jawaban yang benar kemudian gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi kegiatan belajar:


Arti tingkat penguasaan :
90% -100%          = baik sekali
80%- 89%            = baik
70% - 79%           = cukup
< 70%                  = kurang

Apabila anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar 2. Bagus!. Jika masih di bawah 80% anda harus megulangi materi kegiatan belajar 1, terutama bagian yang belum dikuasai.

Daftar Pustaka
Brewer, Sarah. 1997. Buku Saku Fakta Tubuh. Jakarta; Penerbit Erlangga
Kimball, John W. 1989. Biologi  Edisi Kelima Jilid 2. Jakarta; Penerbit Erlangga
Pratiwi, dkk. 2007. Biologi. Jakarta; Penerbit Erlangga.
Sherwood, Lauralee. 2001. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Jakarta; Penerbit Buku Kedokteran EGC
Soewolo, dkk. 1999. Fisiologi Manusia. Malang; IMSTEP JICA UM.

Kegiatan belajar III
Penyakit yang berkaitan dengan sistem reproduksi manusia.

A.    Kelainan sistem reproduksi
Sistem reproduksi dapat mengalami gangguan. Penyakit pada sistem reproduksi pada disebabkan karena kuman penyakit, faktor genetik, atau hormon. Beberapa gangguan pada sistem reproduksi adalah sebagai berikut:
1.      Tumor payudara, dapat bersifat jinak jika berupa benjolan yang dapat dihilangkan jika dioprasi. Tumor juga akan berubah jadi ganas  (kanker payudara) dialami oleh wanita menopause dan jarang terdapat paa wanita dibawah usia 30 tahun. Pengobatan dengan jalan operasi, sinar radioaktif, dan obat obatan
2.      Gonorea, merupakan penyakit infeksi akut yang menyerang selaput lendir pada uretra, serviks, rektum, sendi, tulang, faring dan mata. Penyakit ini disebabkan karena bakteri Neisseria gonorrhoeae . gonorea yang ditularkan ubu ke anaknya saat kelahiran akan menyebabkan kebutaan. Gejalanya adalah rasa sakit saat buang air kecil dan keluarnya nanah berwarna kuning kehijauan pada uretra.
3.      Kanker serviks, (kanker leher rahim) banyak dialami wanita berusia 40-55 tahun. Kanker serviks di duga berhubungan erat dengan infeksi virus herpes simpleks tipe dua dan human papilloma virus. Pengobatannya dengan operasi, sinar radioaktif, dan obat obatan.
4.      Sifilis, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Treponema palladium. Infeksi terjadi pada organ kelain bagian luar. Sifilis dapat berkembang ke tahap sekunder dan tersier yang sulit diamati. Sifilis sekunder menular dan sifilis tersier tidak menular. Meskipun demikian sifilis tersier menimbulkan berbagai kerusakan pada tubuh selain pada organ kelamin, seperti otak, jantung, pembuluh darah, hati dan lain lain. Sifilis yang ditularkan ibu kepada anaknya saat kelahiran , dapat menyebabkan kebutaan dan kematian. Sifilis dapat diatasi dengan obat penisilin dosis tinggi, namun jaringan yang terinfeksi tidak dapat disembuhkan kembali.
5.      AIDS (Acquired Immuno Defficiency Syndrome). Penyakid AIDS disebabkan oleh Human  Immunodefficiency Virus (HIV) yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga penderita AIDS menjadi rentan terhadap berbagai penyakit infeksi. Penyakit flu bisa mematikan bagi penderita AIDS. Gejala AIDS sulit diamati karena mirip dengan gejala penyakit lain. Untuk memastikan seseorang terkena AIDS atau infeksi HIV diperlukan tes khusus. AIDS ditularkan melalui hubungan seksual, transfusi darah, penggunaan jarum suntuk yang tidak steril, dari ibu kepada bayi yang dikandungannya. Hingga kini belum ada obat untuk AIDS.
Rangkuman
Sistem reproduksi dapat mengalami gangguan. Penyakit pada sistem reproduksi pada disebabkan karena kuman penyakit, faktor genetik, atau hormon. Beberapa gangguan pada sistem reproduksi terdiri dari tumor payudara, gonorea, kanker serviks, (kanker leher rahim) sifilis, dan AIDS.

Tes:
Untuk memperdalam pemahaman anda mengenai materi ini, kerjakanlah tes dibawah ini dengan memilih jawaban yang paling benar.
1.      penyakit infeksi akut yang menyerang selaput lendir pada uretra, serviks, rektum, sendi, tulang, faring dan mata. Penyakit ini disebabkan karena bakteri Neisseria gonorrhoeae adalah  
a.       MTV
b.      Gonorea
c.       Sifilis
d.      CVPD
2.      AIDS (Acquired Immuno Defficiency Syndrome) disebabkan oleh
a.       Human  Immunodefficiency Virus (HIV)
b.      Human Imunology Virus
c.       Hunan deficiensi virus
d.      Treponema palladium
Kunci jawaban:
1.      (B) gonora, karena gonora adala penyakit infeksi akut yang menyerang selaput lendir pada uretra, serviks, rektum, sendi, tulang, faring dan mata. Penyakit ini disebabkan karena bakteri Neisseria
2.      (A) Human  Immunodefficiency Virus (HIV) karena AIDS (Acquired Immuno Defficiency Syndrome) disebabkan oleh Human  Immunodefficiency Virus (HIV)

Cocokanlah jawaban anda engan kunci diatas. Hitunglah jawaban yang benar kemudian gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi kegiatan belajar:

Arti tingkat penguasaan :
90% -100%          = baik sekali
80%- 89%            = baik
70% - 79%           = cukup
< 70%                  = kurang

Apabila anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar 2. Bagus!. Jika masih di bawah 80% anda harus megulangi materi kegiatan belajar II, terutama bagian yang belum dikuasai.

Daftar Pustaka
Brewer, Sarah. 1997. Buku Saku Fakta Tubuh. Jakarta; Penerbit Erlangga
Kimball, John W. 1989. Biologi  Edisi Kelima Jilid 2. Jakarta; Penerbit Erlangga
Pratiwi, dkk. 2007. Biologi. Jakarta; Penerbit Erlangga.
Sherwood, Lauralee. 2001. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Jakarta; Penerbit Buku Kedokteran EGC


1 komentar:

mashajir mengatakan...

mohon izin memanfaatkan ya... trims..

Poskan Komentar