Features Title Here. Consectetur adipisicing

Features Content Here. Sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

modul Wajib Sistem Pernafasan

Senin, 30 April 2012


MODUL
Sistem Pernafasan

Kegiatan pendahuluan:
Bernafas merupakan salah satu dari ciri ciri ahluk hidup yang sangat penting. Tanpa melakukan proses bernafas, mahluk hidup tidak akan hidup. Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini bisa terjadi karena sel sel tubuh kita membutuhkan oksign dalam beraktifitas (metabolisme). Oksigen didapatkan melalui proses bernafas yakni menghirup nafas. Selain membutuhkan oksigen, sel juga mengeluarkan gas karbndioksida hasil dari metabolisme. Keberadaan gas karbondioksida pada tubuh akan menimbulkan penyakit bagi tubuh kita. Maka, gas karbondioksida ini dikeluarkan dari tubuh juga melalui proses bernafas yakni saat mengeluatkan nafas. Tapi tahukah kalian mengenai alat alat apa saja yang membantu kamu bernafas dan bagaimana proses kita bernafas yang sesungguhnya?. Sebagai siswa yang cerdas, kalian perlu tahu hal tersebut. Pada modul ini, kalian akan memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia, yakni sistem penafasan pada manusia sehingga kamu bisa mendeskripsikan sistem pernapasan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan. Secara khusus, kamu diharapkan mampu:
1.      Menjelaskan macam organ penyusun sistem pernapasan pada manusia.
2.      Membandingkan proses inspirasi dan proses ekspirasi pada sistem pernapasan.
3.      Mendata contoh kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk memudahkan anda dalam mencapai tujuan tersebut, maka materi modul ini akan dibagi menjadi 3 kegiatan belajar yakni:
1.      Kegiatan belajar 1 : pengetian bernafas alat  pernafasan
2.      Kegiatan belajar 2 : mekanisme pernafasan
3.      Kegiatan belajar 3 : kelainan dan penyakit pada sistem pernafasan

Modul ini merupakan satu paket program yang disusun dalam bentuk satuan tertentu dan di desain untuk kepentingan belajar siswa. Modul ini berisikan petunjuk petunjuk belajar siswa, materi, lembar kegiatan siswa, lembar tes dan kuncinya.  Maka, pelajari setiap kegiatan belajar sesuai dengan tujuannya sampai kamu anda dapat memahami isinya. Setelah itu kerjakan latihan pada setiap kegiatan belajar. Selamat belajar!.


 Kegiatan belajar I
Pengetian bernafas alat  pernafasan
1.      Pengetian Bernafas
Sehari hari kita melakukan pernafasan untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh kita. Nah, pengertian dari  bernafas adalah upaya dari mahluk hidup untuk memasukkan gas oksigen ke dalam tubuh dan mengeluarkan gas karbondioksida ke luar tubuh. Di dalam tubuh, oksigen tersebut dibutuhkan guna untuk membakar zat makanan. Peristiwa pembakaran zat makanan di dalam tubuh dengan menggunakan oksigen disebut oksidasi biologi atau respirasi aerob.
Pernafasan mempunyai dua arti, yaitu proses pertukaan gas antara mahluk hidup dengan lingkungannya dan proses dihasilkannya energi oleh sel. Pernafasan melibatkan keseluruhan proses yang menyebabkan pergerakan pasif oksigen dari atmosfir ke jaringan untuk menunjang metabolisme sel serta pergerakan pasif karbondioksida selanjutnya yang merupakan produk sisa metabolisme dari jaringan ke atmosfer. Sebagian orang menganggap bahwa pernafasan sebagai proses menarik dan mengeluarkan nafas. Namun, dalam fisiologi, pernafasan mempunyai arti yang lebih luas.
Sistem pernafasan mencakup saluran pernafasan yang berjalan ke paru, paru itu sendiri dan struktur struktur toraks (dada) yang terlibat menimbulkan gerakan udara keluar masuk paru melalui saluran pernafasan. Saluran pernafasan adalah saluran yang mengangkut udara antara atmosfir ke paru, tempat bertukarnya gas gas antara udara dan darah berlangsung. 
2.      Alat pernafasan
Untuk bernafas, manusia memerlukan alat pernafasan. Alat pernafasan berfungsi untuk mengambil oksigen dari atmosfir dan mengeluarkan karbondioksida dari dalam tubuh. Sistem pernafasan tubuh manusia terdiri dari hidung, pangkal tenggorokan (laring), batang tenggorokan (trakea), cabang batang tenggorokan (bronkus), dan paru paru.

  
Berikut, struktur dan fungsi masing masing alat tersebut akan dibahas:
1.      Rongga hidung
Saluran pernafasan berawal di saluran hidung. Rongga hidung merupkan tempat yang paling awal dmasuki udara pernafasan. Udara pernafasan masuk melalui lubang hidung menuju rongga hidung yang dilengkapi dengan silia dan selaput lendir yang berguna untuk menyaring debu, melekatkan kooran pada rambut hidung, mengatur suhu udara pernafasan, dan menyelidiki adanya bau udara. Maka dari itu, sebaiknya bernafas melalui hidung karena udara yang dihirup akan mengalami tiga perlakuan tersebut.


2.      Pangkal tenggorok (laring)
Setelah melewati hidung, udara masuk ke pangkal tenggorokan melalui faring. Faring adalah hulu kerongkongan. Faring adalah saluran bersama sistem pernafasan dan sistem pencernaan. Terdapat saluran yang berjalan pada faring, yakni saluran ke trakea dan ke esofagus. Pada faring terdapat  mekanisme mekanisme refleks untuk menutup trakea selama proses menelan, sehingga makanan masuk ke esofagus dan tidak ke salran nafas. Esofagus tetap tertutup kecuali sewaktu menelan, untuk mncegah udara masuk ke lambung sewaktu kita bernafas.
Laring terletak pada pintu masuk trakea, memiliki penonjolan di bagian depan yang membentuk jakun. Dalam faring terdapat selaput suara yang keregangannya diatur oleh serabut serabut otot sehingga dapat mengatur tinggi rendahnya nada suara ditentukan oleh aliran udara yang melewati selaput suara. Pita suara ini terentang di bukaan laring yang dapat meregang dan diposisikan dalam berbagai bentuk oleh otot otot laring. Pada saat udara mengalir cepat melewati pita suara yang tegang, pita suara tersebut bergetar untuk menghasilkan bermacam macam bunyi. Lidah, bibir, dan langit langit lunak memodifikasi bunyi menjadi pola pola yang dapat dikenal. Pada saat menelan, pita suara mengambil posisi rapat satu sama lain untuk menutup pintu masuk ke trakea.
3.      Batang tenggorok (trakea)
Dinding batang tenggorok (trakea) dan dinding bronkus terdiri dari tiga lapisan. Lapisan lapisan itu secara berturut turut dari dalam adalah lapisan epitelium (bersilia dab berlendir), lapisan tulang rawan dengan otot polos, dan lapisan terluar terdiri dari jaringan pengikat. Batang tenggorokan terletak pada daerah leher yakni di depan esofagus. Trakea merupakan pipa yang terdiri dari gelang gelang tulang rawan. Rambur getarberfungsi menolak debu atau benda asing  yang masuk bersama udara. Akibat ari penolakan secara paksa tersebut kita namakan bersin.
4.      Cabang batang tenggorok (bronkus)
Trakea terbagi menjadi dua cabang utama yakni bronkus kanan dan kiri yang masing masing masuk ke dalam paru paru. Tempat percabangan ini disebut bifurkasi. Dalam paru paru, bronkus bercabang menjadi bronkiolus. Bronkiolis adalah percabangan bronkus yang terus bercabang cabang menjadi saluran nafas yang semakin kecil, pendek dan banyak. Dinding dinding bronki dan sebagian besar bronkiolus juga ditunjang oleh cincin tulang rawan. Di ujung ujung bronkiolus terkumpul alveolus, yakni kantong udara kecil tempat terjadinya pertukaran gas gas antara udara dan darah.
5.      Paru paru
Paru paru terletak di rongga dada di atas sekat diafragma. Diafragma adalah sekat rongga badan berbentuk kubah  yang membatasi rongga dada dan rongga perut. Efesiensi pertukaran udara di dalam paru paru meningkat oleh karena adanya diafragma. Permukaan sebelah dalam rongga dada dan permukaan luar paru paru  diselimuti oleh membran tipis ialah pleura. Dengan perantara lapisan cairan tipis yang terdapat diantara kedua selaput tadi, pleura pleura melekat dengan erat pada pleura rongga dada. Paru paru kanan terdiri atas dua gelambir, dan paru paru kiri terdiri dari 3 gelambir. Telah dijelaskan tai bahwa pada paru paru terdiri dari bronkus, bronkiolus dan alveolus. Sebenarnya hanya di alveolus inilah pertukaran gas terjadi. Terdapat kira kira 300 juta alveolus dalam kedua paru paru orang dewasa dan memberikan daerah permukaan total 160 m2 untuk pertukaran gas.

            Dinding alveolus mengandung kapiler darah oksigen yang terdapat pada alveolus berdifusi menembus dinding alveolus, lalu menembus didnding kapiler darah yang mengelilingi alveolus.   Setelah itu, oksigen masuk ke dalam pembuluh darah merah. Ikatan antara hemoglobin dengan oksigen membentuk oksihemoglobin. Dengan demikian, oksigen diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh dalam bentuk oksihemoglobin.
            Volume udara dalam paru paru orang dewasa kurang lebih 5 liter. Kemampuan paru paru menampung udara disebut daya tampung paru paru atau kapasitas paru paru. Volume udara pada paru paru tergantung pada besar kecilnya paru paru, kekuatan bernafas, dan cara bernafas.

Rangkuman
·         Bernafas adalah upaya dari mahluk hidup untuk memasukkan gas oksigen ke dalam tubuh dan mengeluarkan gas karbondioksida ke luar tubuh.
·         Saluran pernafasan adalah saluran yang mengangkut udara antara atmosfir ke paru, tempat bertukarnya gas gas antara udara dan darah berlangsung. 
·         Alat pernafasan berfungsi untuk mengambil oksigen dari atmosfir dan mengeluarkan karbondioksida dari dalam tubuh. Sistem pernafasan tubuh manusia terdiri dari hidung, pangkal tenggorokan (laring), batang tenggorokan (trakea), cabang batang tenggorokan (bronkus), dan paru paru.
·         Gelembung alveolus merupakan tempat bertukarnya oksigen ke dalam darah dan karbondioksida ke alveolus. Oksigen ke dalam darah kemudian diedarkan keseluruh sel tubuh.
·         Dinding alveolus mengandung kapiler darah oksigen yang terdapat pada alveolus berdifusi menembus dinding alveolus, lalu menembus didnding kapiler darah yang mengelilingi alveolus

Tes
1.      Upaya dari mahluk hidup untuk memasukkan gas oksigen ke dalam tubuh dan mengeluarkan gas karbondioksida ke luar tubuh merupakan pengertian dari:
a.       Inspirasi
b.      Ekspirasi
c.       Oksidasi
d.      Bernafas
2.      Sisa hasil oksidasi dari zat makanan di dalam tubuh berupa:
a.       Oksigen
b.      Air
c.       Karbondioksida
d.      energi
3.      Berikut ini termasuk alat pernafasan pada tubuh manusia adalah kecuali
a.       Hidung
b.      Faring
c.       Hati
d.      Paru paru
4.      Pertukaran gas oksigen dari udara atmosfir dengan karbondioksida terjadi pada…..
a.       Rongga hidung
b.      Trakea
c.       Bronkus
d.      alveolus
5.      Perhatikan gambar berikut. Bagian yang berfungsi untuk menolak debu atau benda asing yang masuk bersama udara ke paru paru adalah ditunjukkan oleh huruf…..






a.       A
b.      B
c.       C
d.      D
Kunci jawaban dan umpan balik
1.      (D) bernafas, karena bernafas adalah upaya dari mahluk hidup untuk memasukkan gas oksigen ke dalam tubuh dan mengeluarkan gas karbondioksida ke luar tubuh. Sedangkan ekpirasi adalah proses pengeluaran udara dari tubuh. Inspirasi adalah proses masuknya udara ke tubuh dan oksidasi adalah  peristiwa pembakaran zat makanan dalam tubuh.
2.      (C) karbondioksida. Karena hasil sisa oksidasi dari zat makanan di dalam tubuh berupa karbondioksida. Oksigen adalah bahan baku oksidasi, air adalah bahan baku pembakaran dan energi adalah hasil dari metabolisme.
3.      (C) hati karena hati adalah ogran sistem pencernaan
4.      (D) alveolus. Karena tempat pertukaran gas oksigen dari udara atmosfir dengan karbondioksida terjadi pada alveolus, sedangkan rongga hidung, trakea, dan bronkus hanya saluran yang tidak terjadi pertukaran gas.
5.      (C) trakea, karena trakea berfungsi untuk menolak debu atau benda asing yang masuk bersama udara ke paru paru

Cocokanlah jawaban anda engan kunci diatas. Hitunglah jawaban yang benar kemudian gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi kegiatan belajar:
Arti tingkat penguasaan :
90% -100%          = baik sekali
80%- 89%            = baik
70% - 79%           = cukup
< 70%                  = kurang
Apabila anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar 2. Bagus!. Jika masih di bawah 80% anda harus megulangi materi kegiatan belajar 1, terutama bagian yang belum dikuasai.
Daftar Pustaka
Brewer, Sarah. 1997. Buku Saku Fakta Tubuh. Jakarta; Penerbit Erlangga
Kimball, John W. 1989. Biologi  Edisi Kelima Jilid 2. Jakarta; Penerbit Erlangga
Pratiwi, dkk. 2007. Biologi. Jakarta; Penerbit Erlangga.
Sherwood, Lauralee. 2001. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Jakarta; Penerbit Buku Kedokteran EGC
Soewolo, dkk. 1999. Fisiologi Manusia. Malang; IMSTEP JICA UM.





Kegiatan belajar II
Mekanisme Pernafasan
Agar udara dapat keluar masuk bagian paru tempat terjainya pertukaran gas tersebut, keseluruhan saluran pernafasan dari pintu masuk melalui bronkiolus terminal ke alveolus harus tetap terbuka.  Trakea dan bronkus besar merupakan saluran tidak berotot dan cukup kaku yang dikelilingi oleh serangkaian cincin tulang rawan yang mencegah komprensi saluran tersebut. Bronkiolus yang lebih kecil tidak memiliki tulang rawan yang menahannya tetap terbuka.
Alveolus adalah kantung udara berdinding tipis, dapat mengembang dan berbentuk seperti anggur yang terdapat diujung percabangan saluran pernafasan. Dinding alveolus terdiri dari satu lapisan sel alveolus dimana dikelilingi oleh kapiler kapiler darah.  Di dalam alveolus  terjadi pertukaran gas. Oksigen yang masuk ke dalam pembuluh kapiler darah secara difusi dengan menembus dinding alveolus yang sangat tipis. Secara bersamaan karbondioksida dan oksigen berdifusi antara pembuluh kapiler dan alveolus.  Gas oksigen dari alveolus berikatan dengan hemoglobin pada darah. Sedangkan karbondioksida pada alveolus dikeluarkan ke luar tubuh.
Saat bernafas terdapat dua proses yang penting, yakni isnpirasi dan ekspirasi. Inspirasi adalah proses menarik nafas, sedangkan ekspirasi adalah proses menghembuskan nafas. Udara masuk ke dalam paru paru karena terjadi kerja otot antar tulang rusuk dan diafragma. Pernafasan dengan menggunakan otot antar tulang rusuk disebut pernafasan dada, sedangkan pernafasan dengan menggunakan otot diafragma disebut pernafasan perut. Secara rinci tentang proses bernafas adalah sebagai berikut:
1.      Inspirasi
Pada pernafasan dada di tandai dengan adanya adanya gerakan otot antar tulang rusuk. Pada saat otot antar tulang rusuk berkontraksi, terjadi peningkatan volume rongga dada sehingga meningkat pula volume paru paru. Dengan peregangan tulang tulang antar rusuk yang dikontrol oleh otot interkostal interna dan otot interkostal eksterna proses tersebut terjadi diperkuat dengan kontraksi diafragma. Otot interkolostal eksterna berkontraksi dan menarik tulang rusuk ke atas dan keluar. Kontraksi diafragma membuat diafrgama datar, mengakibatkan peningkatan volume rongga dada, yang selanjutnya merentangkan paru paru dan udara dari atmosfer mengalir ke dalam paru paru.  
2.      Ekspirasi
Pada waktu ekpirasi, otot otot interkostal ekternal kendur serta sifat paru paru kenyal, sehingga diafragma juga kembali ke posisi semula yakni melengkung keatas sehingga paru paru kembali pada ukuran sebelumnya sehingga udara dalam paru paru terdesak keluar.
            Tentu saja kita dapat bernafas lebih dalam. Menurut kesadaran maupun sebagai akibat dari kekenyalan paru paru. Inspirasi yang kuat sebenarnya merupakan akibat kontraksi yang lebih kuat dari diafragma dan otot otot unterkostal eksterna. Sedangkan ekspirasi yang kuat tergantung pada kendurnya kekenyalan otot otot intekostal dan paru paru. Otot otot interkostal interna menarik tulang tulang rusuk ke bawh dan ke arah dalam, sehingga mengurangi volume rongga dada lebih lanjut. Pada waktu yang sama, dinding otot perut berkontraksi, mendesak lambung, hati dan sebagainya ke arah atas pada diafragma dan mengurangi volume rongga dada. Dengan inspirasi dan ekspirasi yang kuat seorang laki laki dewasa dapat mengalirkan 4 liter udara dalam paru parunya setiap kali pernafasan yang dikenal dengan kapasitas vital paru paru. 
            Jadi, aliran udara dalam paru paru (alveolus) terjadi karena perbedaan tekanan udara atmosfir dengan tekanan udara dalam alveolus. Perbedaan tekanan tersebut disebabkan oleh perubahan volume rongga dada dan rongga perut akibat gerakan kontraksi dan relaksasi otot interkostal, otot diafragma dan otot perut.
            Oksigen dibutuhkan dalam semua kegiatan tubuh. Oleh karena itu pemasukan oksigen dari luar ke dalam tubuh tidak boleh terhenti. Difusi oksigen dari paru paru ke sel sel jaringan tubuh terjadi akibat perbedaan tekanan oksigen.  Pengangkutan oksigen dalam tubuh dilakukan oleh plasma darah dan hemoglobin (Hb). Sebagian besar oksigen diangkut oleh Hb dalam bentuk oksihemoglobin. Hemoglobin bisa melepas dan mengikat oksigen dan karbondioksia. Difusi karbondiksida dari jaringan ke dalam aliran darah dan paru paru juga disebabkan oleh perbedaan tekanan karbondioksida. Oleh karena itu, karbondioksida dalam jaringan akan diangkut ke alveolus dalam paru paru.
            Setelah kalian mengeluatkan nafas, kalian masih dapat mengeluarkan udara lagi dari paru paru  dengan menghembuskan nafas sekuat kuatnya. Udara yang dapat dikeluarkan kuat kuat adalah udara suplementer. Volume udara suplementer pada orang dewasa adalah 1,5 liter. Apabila kalian menarik nafas sedalam alamnya dan menghembuskannya sekuat kuatnya, volume yang masuk kurang lebih 3,5 -  4 liter. Hal ini disebut kapasitas vital paru paru. Sebanyak 1 – 1,5 liter udara tetap tinggal di dalam paru paru walaupun kita telah menghembuskan nafas sekuat kuatnya  yang disebut udara residu.

Rangkuman
·         Dalam pernafasan keseluruhan saluran pernafasan dari pintu masuk melalui bronkiolus terminal ke alveolus harus tetap terbuka
·         Dinding alveolus terdiri dari satu lapisan sel alveolus dimana dikelilingi oleh kapiler kapiler darah.  Di dalam alveolus  terjadi pertukaran gas
·         Saat bernafas terdapat dua proses yang penting, yakni isnpirasi dan ekspirasi. Inspirasi adalah proses menarik nafas, sedangkan ekspirasi adalah proses menghembuskan nafas.
·         Difusi oksigen dari paru paru ke sel sel jaringan tubuh terjadi akibat perbedaan tekanan oksigen
·         Proses bernafas, meliputi pengambilan oksigen untuk oksidasi biologi yang menghasilkan energi serta pengeluaran zat sisa berupa karbondioksida dan uap air.

Tes
1.      Keluar masuknya udara dari dan ke paru paru disebabkan oleh …..
a.       Mengembang dan mengempisnya paru paru
b.      Isapan rongga hidung
c.       Membesar dan mengecilnya rongga dada
d.      Desakan udara luar
2.      Hakikat bernafas yang sesungguhnya adalah……….
a.       Mengeluarkan uap air dari dalam paru paru
b.      Mengoksidasi makanan untuk mendapatkan energi
c.       Memasukkan oksigen ke dalam paru paru mengeluarkan karbondioksida dari dalam paru paru
d.      Memasukkan karbondioksida ke dalam paru paru mengeluarkan oksigen dari dalam paru paru
3.      Udara sebanyak banyaknya yang dapat keluar masuk paru paru disebut….
a.       Udara pernafasan
b.      Udara residu
c.       Daya tampung paru paru
d.      Udara suplementer
4.      Pada pernafasan dada, otot otot antar tulang rusuk berkontraksi sehingga tulang rusuk ………..
a.       Terangkat dan rongga dada membesar
b.      Mengecil dan rongga dada mengecil
c.       Terangkat dan rongga dada mengecil
d.      Mengecildan rongga dada membesar
5.      Hal yang terjadi ketika kita menarik nafas adalah………
a.       Difragma mendatar, tulang rusuk menurun
b.      Diafragma mendatar, tulang rusuk terangkat
c.       Diafragma melengkung ke atas, tulang rusuk terangkat
d.      Diafragma melengkng ke atas, tulang rusuk menurun.  
Kunci jawaban dan umpan balik
1.      (C) membesar dan mengacilnya rongga dada, karena karena membesar dan mengecilnya rongga dada sehingga paru paru ikut mengembang dan mengempis sehingga udara dai atmosfir dapat keluar masuk.
2.      (C) Memasukkan oksigen ke dalam paru paru mengeluarkan karbondioksida dari dalam paru paru, karena hakikat bernafas yang sesungguhnya adalahdengan memasukkan oksigen ke dalam pru paru dan mengeluarkan karbondioksida hasil dari metabolisme tubuh.
3.      (C) kapasitas vital paru paru. Karena udara maksimum yang dapat dikeluar  masukkan paru paru adalah kapasitas vital paru paru
4.      (A), terangkat dan rongga dada membesar. Karena pada pernafasan dada, otot otot antar tulang rusuk berkontraksi sehingga tulang rusuk menjadi terangkat yang menyebabkan rongga dada membesar dan paru paru pun membesar, sehingga tekanan udara dalam paru paru kecil menyenankan udara dari luar atmosfir akan masuk ke paru paru.
5.      (B) difrgama mendatar, tulang rusuk terangkat karena ketika kita menarik nafas difragma berkonraksi dari keadaan normal yang melengkung ke atas menjadi mendatar dan terjadi kontraksi otot antar tulang rusuk sehingga tulang rusukpun terangkat
Cocokanlah jawaban anda engan kunci diatas. Hitunglah jawaban yang benar kemudian gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi kegiatan belajar:

Arti tingkat penguasaan :
90% -100%          = baik sekali
80%- 89%            = baik
70% - 79%           = cukup
< 70%                  = kurang
Apabila anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar 2. Bagus!. Jika masih di bawah 80% anda harus megulangi materi kegiatan belajar 1, terutama bagian yang belum dikuasai.


Daftar Pustaka
Brewer, Sarah. 1997. Buku Saku Fakta Tubuh. Jakarta; Penerbit Erlangga
Kimball, John W. 1989. Biologi  Edisi Kelima Jilid 2. Jakarta; Penerbit Erlangga
Pratiwi, dkk. 2007. Biologi. Jakarta; Penerbit Erlangga.
Sherwood, Lauralee. 2001. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Jakarta; Penerbit Buku Kedokteran EGC

















Kegiatan belajar III
Kelainan dan Penyakit pada Sistem Pernafasan

Terdapat beberapa gangguan pada sistem pernafasan yakni gangguan pada alat alat pernafasannya. Secra umum, gangguan tersebut dapat disebabkan oleh kuman, polusi udara, atau faktor keturunan. Batuk adalah salah satu bentuk refleks sebagai cara untuk melindungi paru paru terhadap zat zat yang mengganggu. Batk yang berskala kecil bisa menandakan hal yang biasa, karena merupakan cara menjaga saluran pernafasan tetap bersih. Akan tetapi dengan batuk keras, kuat dan terus menerus menandakan  terjadinya infeksi pada saluran pernafasan. Berikut penjelasan macam macam penyakit dan kelainan pada sistem pernafasan:
1.      Influenza adalah infeksi virus pada sistem pernafasan yang ditandai dengan peradangan mukosa pada rongga hidung, faring, dan rasa sakit kepala. Sering timbul demam dan menggigil.
2.      Bronkitis, adalah peradangan dari satu atau lebih bronkus, yang disebabkan oleh infeksi virus, terkena dingin, menghirup bahan bahan polutan. . Peradangan ini menimbulkan batuk yang dalam dan menghasilkan dahak. Penyakit ini ditandai dengan nyeri dada terutama ketika batuk.
3.      Asma, adalah keadaan yang ditandai dengan serangan berulang yakni terjadi penyempitan pada saluran pernafasan utama pada paru paru. Asma biasanya disebabkan karena reaksi alergi, infeksi bakteri dan lain hal. Penyakit ini tidak menular dan biasanya merupakan penyakit turunan.
4.      TBC (Tuberculosis), adalah penyakit yang menyerang paru paru hingga ke alveolus, TBC dapat menggagu prose difusi oksigen karena timbulnya bintil bintil kecil ada alveolus yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penderita biasanya batuk berat, yang dapat disertai batuk darah dan badan menjadi kurus.
5.      Pneumonia, adalah penyakit peradangan pada paru paru, khususnya pada alveolus. Peradangan ini disebabkan oleh infeksi bakteri Diplococcus pneumoniae yang menyebabkan radang pada dinding alveolus. Akibat peradangan tersebut, alveolus dipenuhi oleh nanah, lendir, atau cairan lainnya sehingga oksigen sulit mencapai aliran darah.
6.      Pleuritis, adalah peradangan pada selaput pembungkus pleura. Peradangan ini biasanya timbul akibat infeksi dari paru paru atau organ lain yang berdekatan dengan paru paru. Akibat peradangan ini, terdapat cairan yng berlebihan pada pleura sehingga penderitanya akan merasa nyeri pada dada ketika bernafas.

Rangkuman
·         Secra umum, gangguan pada sistem pernafasan dapat disebabkan oleh kuman, polusi udara, atau faktor keturunan.
·         Batuk keras, kuat dan terus menerus menandakan  terjadinya infeksi pada saluran pernafasan
·         Beberapa contoh kelainan dan penyakit pada sistem pernafasan antara lain Influenza Bronkitis, Asma, TBC (Tuberculosis), Pneumonia, dan Pleuritis

Tes
1.      Jelaskan tujuan dari batuk batuk kecil yang terjadi sekali sekali.
2.      Apa yang dimaksud dengan penyakit bronkitis dan pneumonia
3.      Peradangan pada paru paru, khususnya pada bagian alveolus yang disebabkan karena serangan virus atau bakteri disebut
a.       Tuberkulosis
b.      Pleuritis
c.       Pneumonia
d.      Bronkhitis
4.      Salah satu keaaan dimana hidung tersumbat, beringus, dan bersin bersin merupakan ciri dari orang yang sedang terserang..
a.       Bronkitis
b.      Selesma
c.       Influenza
d.      Asma.
5.      Penyait pada sistem pernafasan yang disebabkan karena adanya fktor keturunan adalah…
a.       Asma
b.      Bronkitis
c.       Pneumonia
d.      Tuberkulosis
Kunci jawaban dan umpan balik
1.      Tujuan dari batuk batuk kecil yang terjadi sekali sekali adalah untuk menjaga saluran pernafasan tetap bersih, sehingga udara yang dimasukkan ke dalam paru paru juga bersih.
2.      Yang dimaksud dengan penyakit bronkitis adalah adalah peradangan dari satu atau lebih bronkus, yang disebabkan oleh infeksi virus, terkena dingin, menghirup bahan bahan polutan. Sedangkan pneumonia adalah peradangan pada paru paru, khususnya pada alveolus. Peradangan ini disebabkan oleh infeksi bakteri Diplococcus pneumoniae
3.      (C) pneumonia, karena tuberkulosis adalah peradangan pada paru paru, khususnya pada bagian alveolus yang disebabkan karena serangan virus atau bakteri. Sedangkan tuberkulosis adalah peradangan paru paru yang membentuk bintil bintil pada laveolus. pleuritis adalah peradangan pada selaput pleura paru paru, dan bronkitis adalah peradangan pada dinding bronkus.
4.      (C) influenza, karena keadaan dimana hidung tersumbat, beringus, dan bersin bersin merupakan ciri dari influenza. .
5.      (A), Asma, karena salah satu penyait pada sistem pernafasan yang disebabkan karena adanya faktor keturunan adalah asma


test selanjutnya klik di sini.
Cocokanlah jawaban anda engan kunci diatas. Hitunglah jawaban yang benar kemudian gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi kegiatan belajar:

Arti tingkat penguasaan :
90% -100%          = baik sekali
80%- 89%            = baik
70% - 79%           = cukup
< 70%                  = kurang
Apabila anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar 2. Bagus!. Jika masih di bawah 80% anda harus megulangi materi kegiatan belajar 1, terutama bagian yang belum dikuasai.


Daftar Pustaka
Brewer, Sarah. 1997. Buku Saku Fakta Tubuh. Jakarta; Penerbit Erlangga
Pratiwi, dkk. 2007. Biologi. Jakarta; Penerbit Erlangg
Sherwood, Lauralee. 2001. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Jakarta; Penerbit Buku Kedokteran EGC
Tim Penerjemah EGC. 1985. Kamus Kedokteran Dorland. Jakarta; Penerbit Buku Kedokteran EGC

0 komentar:

Poskan Komentar